Pemerintah Korea Selatan Desak Kesepakatan Manajemen Samsung dan Buruh

Pemerintah Korea Selatan Desak Kesepakatan Manajemen Samsung dan Buruh

Pemerintah Korea Selatan terus mendorong tercapainya kesepakatan antara manajemen Samsung Electronics dan serikat pekerja demi mencegah rencana mogok kerja massal selama 18 hari yang dijadwalkan mulai 21 Mei 2026, dilansir dari Money.

Perselisihan industrial di perusahaan teknologi terbesar negara tersebut memicu perhatian serius dari otoritas tertinggi karena besarnya dampak terhadap perekonomian nasional.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta hak pekerja dan hak manajemen sama-sama dihormati di tengah memanasnya situasi hubungan industrial tersebut pada Senin (18/5/2026).

"buruh harus dihormati sebagaimana bisnis dihormati, dan hak manajemen perusahaan harus dihormati sebagaimana hak buruh," kata Lee, Presiden Korea Selatan.

Seruan pemimpin negara ini menjadi bagian dari langkah intensif para pejabat pemerintah agar kedua belah pihak segera bersepakat sebelum aksi industrial dimulai.

"Berlebihan tidak membawa manfaat; ekstrem justru berujung pada kemunduran," kata Lee, Presiden Korea Selatan.

Perundingan lanjutan sempat digelar namun belum mencapai titik temu, sehingga mediasi dipastikan terus berjalan mengingat besarnya perbedaan posisi kedua belah pihak.

"Kerugian ekonomi yang akan kita hadapi tidak akan terbayangkan," kata Kim Min-seok, Perdana Menteri Korea Selatan.

Pemerintah mengkhawatirkan ancaman penghentian produksi ini karena Samsung Electronics menyumbang 22,8 persen dari total ekspor Korea Selatan dan setara 12,5 persen produk domestik bruto negara tersebut.

"tidak boleh terjadi dalam kondisi apa pun." kata Koo Yun Cheol, Menteri Keuangan Korea Selatan.

Otoritas keuangan mengingatkan bahwa posisi perusahaan sangat krusial bagi stabilitas ekonomi nasional dan rantai pasok global.

"Samsung Electronics adalah perusahaan penting yang diperhatikan dunia," kata Koo Yun Cheol, Menteri Keuangan Korea Selatan.

Manajemen dan buruh diminta tetap mengedepankan negosiasi yang berprinsip demi meminimalkan volatilitas pasar.

"With mempertimbangkan kondisi manajemen saat ini dan dampaknya terhadap ekonomi nasional, baik pihak buruh maupun manajemen harus terus berupaya mencapai negosiasi yang berprinsip," kata Koo Yun Cheol, Menteri Keuangan Korea Selatan.

Perselisihan utama berpusat pada sistem bonus, di mana pekerja menuntut bonus kinerja setara 15 persen dari laba operasional tanpa batas maksimal, sementara manajemen menawarkan 9 persen hingga 10 persen dengan syarat tertentu.

Di sisi lain, pengadilan wilayah setempat telah mengabulkan sebagian permohonan perusahaan untuk membatasi aksi guna mengamankan fasilitas produksi yang sensitif.

Kekhawatiran global juga meningkat karena gangguan operasional berpotensi memperparah kelangkaan pasokan chip memori untuk pusat data kecerdasan buatan dan gawai di pasar internasional.

Terlepas dari ketegangan industrial yang belum mereda, saham Samsung Electronics justru ditutup menguat sebesar 3,88 persen pada perdagangan Senin setelah adanya putusan pengadilan tersebut.

Putaran negosiasi antara serikat pekerja dan pihak manajemen dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Selasa untuk mencari solusi final.

Artikel terkait

Rekomendasi