Pemerintah Indonesia bersiap meluncurkan Program Magang Nasional Batch 4 pada Juli 2026 dengan alokasi dana mencapai Rp4,14 triliun. Program strategis ini ditargetkan mampu menjaring sebanyak 150.000 peserta dari berbagai wilayah.
Kabar mengenai kepastian pelaksanaan program tersebut disampaikan langsung oleh pihak kementerian terkait di Jakarta pada Selasa (26/5/2026), sebagaimana dilansir dari Suara.
"Terkait dengan program magang nasional dan batch 4 ini akan dilakukan di bulan Juli untuk 150.000 daripada peserta dengan anggaran sebesar Rp 4,14 triliun," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sebelum pelaksanaan gelombang keempat ini, Kementerian Ketenagakerjaan juga telah merampungkan pelaksanaan Program Magang Hub batch pertama yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga April 2026. Evaluasi besar-besaran tengah dilakukan, termasuk mengenai skema pembiayaan uang saku peserta.
"Kita sedang mengkaji untuk melibatkan perusahaan lebih aktif, sehingga sudah mulai ada usulan nanti uang sakunya itu harus ada share kontribusi dari perusahaan, walaupun ya tentu tidak dominan. Ini sedang kita kaji, sedang kita siapkan," ujar Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat penutupan kegiatan program Magang Hub, Jumat (24/4/2026).
Kementerian Ketenagakerjaan menilai keterlibatan pembiayaan dari dunia industri sangat krusial. Skema berbagi ini diyakini mampu memperkuat tanggung jawab perusahaan dalam mengawasi perkembangan kualitas para peserta magang.
"Komitmen seperti itu akan semakin baik kalau kita juga minta dari awal ada komitmen perusahaan terkait dengan kontribusinya dan kewajiban untuk memberikan sertifikat kompetensi di akhir program nantinya," tutur Yassierli.
Selain masalah finansial, pemerintah fokus membenahi sebaran lokasi agar tidak menumpuk di Pulau Jawa. Upaya ini dilakukan guna memberikan hak dan kesempatan yang sama bagi para pemuda di berbagai daerah.
"Kita sudah harus mulai menjadikan program Magang Hub ini merata sebarannya, sehingga menjadi kesempatan buat putra daerah untuk mereka bisa berkarya juga di daerah-daerah mereka masing-masing," sebut Yassierli.
Langkah perbaikan lain yang diambil adalah memperluas cakupan bidang keahlian. Pemerintah ingin memastikan seluruh disiplin ilmu mendapatkan porsi yang seimbang dalam bursa magang ini.
"Termasuk juga sebaran dari segi kejuruan, dari segi program studi sebarannya, tidak spesifik hanya digital marketing, tidak spesifik hanya administrasi manajemen, tapi juga memberikan kesempatan yang sama kepada semua program studi," jelas Yassierli.