Pemerintah Siapkan Rp40 Miliar Pulihkan Kebun Kopi Aceh Pasca Banjir

Pemerintah Siapkan Rp40 Miliar Pulihkan Kebun Kopi Aceh Pasca Banjir

Pemerintah pusat mengalokasikan dana bantuan sebesar Rp30 hingga Rp40 miliar untuk merehabilitasi lahan perkebunan kopi yang terdampak banjir bandang di Provinsi Aceh pada Rabu (6/5/2026). Langkah pemulihan ini difokuskan pada kawasan dataran tinggi Gayo yang mengalami kerusakan parah sejak bencana melanda pada November 2025 lalu.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan bahwa proses pemulihan akan melibatkan akademisi untuk memastikan kualitas benih yang akan ditanam kembali di lahan warga. Kerja sama teknis terkait pengembangan pembibitan ini secara resmi melibatkan pihak Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

"Aku sudah ketemu tadi rektor datang pagi-pagi dengan Pak Dirjen. Kita akan kembangkan kerja sama dengan rektor Unsyiah itu, kita kerja sama bangun pembibitan bersama-sama bangun kembali. Anggarannya kami siapkan tadi kurang lebih Rp 30-40 miliar," ujar Amran Sulaiman, Menteri Pertanian.

Pendanaan tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan fasilitas pembibitan bersama guna mengganti tanaman kopi arabika yang rusak. Wilayah Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah menjadi prioritas utama karena perannya sebagai penghasil kopi kualitas dunia.

Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi akhir tahun lalu memberikan dampak signifikan terhadap mata pencaharian warga di 14 kecamatan. Berdasarkan laporan otoritas setempat, pendataan terus dilakukan untuk memetakan skala kerusakan di lapangan.

"Sementara masih datanya 12.638 hektare kemungkinan bertambah karena proses pendataan masih berlanjut," kata Mustafa Kamal, Kadis Kominfo Aceh Tengah.

Berdasarkan data sementara, kerusakan terluas berada di Kecamatan Pegasing dengan lahan terdampak mencapai 2.905 hektare. Sementara itu, wilayah Kecamatan Bintang dan Rusip Antara masing-masing mencatatkan kerusakan seluas 2.000 hektare perkebunan kopi.

Artikel terkait

Rekomendasi