Pemerintah Indonesia resmi menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel jenis Sukuk Tabungan seri ST016 melalui PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mulai Jumat, 8 Mei 2026. Instrumen investasi syariah ini menawarkan imbalan bulanan dengan sistem mengambang dengan batas minimal untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Peluncuran instrumen keuangan ini terbagi dalam dua kategori tenor investasi yang berbeda bagi para pemodal. Seri ST016T2 hadir dengan durasi dua tahun dan tingkat imbalan sebesar 6,05 persen per tahun, sementara seri ST016T4 memiliki tenor empat tahun dengan imbalan 6,25 persen per tahun.
Batas pemesanan untuk seri tenor dua tahun dimulai dari Rp1 juta hingga maksimal Rp5 miliar. Adapun untuk seri Green Sukuk Tabungan ST016T4, pemerintah menetapkan batas pemesanan maksimal hingga Rp10 miliar per individu.
Pemanfaatan dana yang dihimpun melalui Green Sukuk ST016T4 akan dialokasikan khusus untuk proyek-proyek ramah lingkungan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam mengatasi dampak perubahan iklim melalui pembiayaan pembangunan hijau.
Selain fokus pada lingkungan, pengelolaan dana investasi ini sepenuhnya mengikuti prinsip-prinsip syariah. Karakteristik imbalan floating with floor memastikan bahwa keuntungan investor dapat meningkat jika BI Rate naik, namun tidak akan turun melampaui level awal saat penerbitan.
Keamanan investasi pada Sukuk Tabungan ini dijamin secara langsung oleh Undang-undang, baik untuk pengembalian pokok maupun pembayaran imbalannya. Masa penawaran terbuka bagi masyarakat luas melalui aplikasi myBCA atau KlikBCA dan dijadwalkan akan berakhir pada 3 Juni 2026.