Pemerintah Indonesia mengalokasikan cadangan beras sebanyak 500 ribu ton untuk diekspor ke luar negeri pada Selasa (19/5/2026). Kebijakan tersebut diambil menyusul melimpahnya cadangan pangan domestik yang saat ini menyentuh angka 5,37 juta ton, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
"Kita alokasikan ada sekitar 500 ribu ton yang kita cadangkan untuk kebutuhan ekspor," ujar Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat.
Langkah strategis ini dijalankan berdasarkan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto guna merespons krisis pangan dunia yang dipicu konflik Rusia-Ukraina serta ketegangan Selat Hormuz. Sudaryono menegaskan bahwa Indonesia berkewajiban memberikan bantuan pangan internasional apabila memiliki pasokan komoditas yang berlebih.
Sejumlah negara di kawasan regional seperti Malaysia, Papua Nugini, Timor Leste, hingga Aljazair dikabarkan telah menyatakan ketertarikannya untuk mendatangkan beras dari tanah air.
"Ada Malaysia, kemudian ada Papua Nugini, terus ada juga ini kami dengar, ada Timor Leste, termasuk Aljazair juga. Rasanya ada kebutuhan," jelas Sudaryono.
Selain wilayah tersebut, kawasan Timur Tengah juga menjadi target pasar berikutnya dengan fokus utama di Arab Saudi. Saat ini Indonesia tercatat telah mendistribusikan 2.000 ton beras ke Arab Saudi dan 10.000 ton ke Palestina, dengan target pemasaran yang menyasar seluruh jemaah internasional di Mekah dan Madinah.
"Tapi sekali lagi, semua ekspor ini tentu akan dihitung secara cermat, jangan sampai kemudian kita mengorbankan kebutuhan dalam negeri," tambah Sudaryono.
Penjajakan kerja sama perdagangan internasional ini dipastikan mulai berjalan sepanjang tahun ini. Kendati demikian, pemerintah masih menyelesaikan pematangan mekanisme Business-to-Business (B2B) terkait kesepakatan harga komersial agar tidak menimbulkan kerugian bagi Perum Bulog.
"Ya, kita sudah jajaki dengan beberapa negara, ini kan kita harus hitungannya ekspor itu kan harus ada hitungan komersilnya, harganya juga nggak boleh dong, kemudian Bulog dirugikan gitu," terang Sudaryono.