Pemerintah menyiapkan sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bertema kesehatan sebagai pusat layanan medis guna menekan kebocoran devisa akibat banyaknya warga Indonesia yang berobat ke luar negeri pada Selasa (12/5/2026).
Langkah strategis ini diambil menyusul data yang menunjukkan sekitar 2 juta penduduk Indonesia setiap tahunnya mengakses fasilitas kesehatan di mancanegara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan.
Dilansir dari Ekonomi, fenomena ini mengakibatkan hilangnya potensi devisa nasional dalam jumlah besar yang mencapai angka Rp150 triliun atau setara US$10 miliar hingga US$11 miliar per tahun.
Wakil Ketua II Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK Budi Santoso menjelaskan bahwa inisiatif pengembangan kawasan khusus ini bertujuan agar masyarakat mulai beralih menggunakan jasa medis di dalam negeri.
"Tujuan kita adalah mengurangi bocoran devisa ini ke luar negeri supaya seminimal mungkin bisa ditekan dan mereka belanja di dalam negeri" kata Budi dalam seminar Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dengan JICA di Jakarta.
Guna merealisasikan target tersebut, pemerintah membuka peluang investasi bagi institusi kesehatan internasional untuk beroperasi di wilayah KEK yang saat ini sudah tersebar di Sanur, Banten, dan Batam.
Budi menambahkan bahwa KEK Sanur di Bali merupakan wilayah yang paling siap dan telah beroperasi dengan menyediakan kompleks layanan kesehatan internasional serta berbagai klinik asing.
Pemerintah juga memberikan sejumlah kemudahan teknis, mulai dari perizinan pembangunan rumah sakit hingga relaksasi penggunaan alat kesehatan dan obat-obatan untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan domestik.
"Kita perlu mempercepat bagaimana pelayanan kesehatan kita bisa meningkat sehingga orang berbelanja kesehatannya tidak lagi ke luar negeri, tetapi ada di dalam negeri" tegas Budi.
Upaya ini diharapkan dapat memperbaiki rasio ketersediaan tempat tidur rumah sakit dan jumlah tenaga medis per 1.000 penduduk Indonesia yang saat ini dinilai masih berada di bawah standar negara-negara tetangga.