Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Domestik Kelas Ekonomi

Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Domestik Kelas Ekonomi

Pemerintah resmi menanggung pajak pertambahan nilai sebesar 100 persen untuk tiket pesawat kelas ekonomi pada penerbangan domestik guna meredam lonjakan harga akibat kenaikan avtur global. Kebijakan ini berlaku selama 60 hari mulai Sabtu (25/4/2026) hingga Selasa (23/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Langkah taktis ini diambil melalui kolaborasi lintas kementerian demi menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat. Selain pembebasan pajak, pemerintah memberikan insentif berupa pembebasan biaya masuk suku cadang pesawat untuk menekan beban operasional maskapai.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memberikan penjelasan resmi mengenai kebijakan insentif fiskal ini dalam konferensi pers Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata di Jakarta pada Rabu (20/5/2026).

"Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan kementerian lainnya, Kementerian Keuangan dan juga Kementerian Perhubungan untuk memberikan insentif. Insentif diskon pesawat kelas ekonomi, PPN-nya ditanggung pemerintah," kata Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana.

Upaya keringanan ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung pada keterjangkauan tarif penerbangan bagi para penumpang. Keringanan tersebut menjadi instrumen penting di tengah tekanan biaya industri penerbangan saat ini.

"Jadi membantu wisatawan juga untuk untuk lebih murah mendapatkan (tiket)," kata Widiyanti.

Di samping pemberian insentif untuk kelas ekonomi, sektor pariwisata nasional kini mulai mengarahkan fokus strategisnya pada segmen pelancong kelas atas. Wisatawan premium menjadi prioritas karena memiliki ketahanan finansial yang kuat menghadapi fluktuasi ekonomi global.

"Indonesia ini sangat kaya dan indah sekali. Banyak diminati karena sekarang mereka (wisatawan premium) melihat experience (pengalaman) bukan hanya melihat pantai dan gunung," tutur Widiyanti.

Kombinasi kekayaan alam dan aspek sosial budaya masyarakat lokal menjadi daya tarik utama yang ditawarkan untuk menggaet segmen pasar ini.

"Tapi juga bagaimana mereka bisa bertemu dengan komunitas di Indonesia, sangat terkenal karena masyarakatnya yang sangat ramah," tambah dia.

Artikel terkait

Rekomendasi