Pemerintah Targetkan Insentif Kendaraan Listrik Mulai Juni 2026

Pemerintah Targetkan Insentif Kendaraan Listrik Mulai Juni 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pemberlakuan insentif kendaraan listrik (EV) untuk mobil dan sepeda motor mulai Juni 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk mengalihkan pola konsumsi masyarakat dari bahan bakar minyak ke energi listrik guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Langkah strategis tersebut diambil sebagai upaya pemerintah dalam menekan tingginya angka impor minyak mentah dan BBM. Dilansir dari Suara, implementasi kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan efisiensi fiskal yang signifikan mengingat beban subsidi energi yang terus meningkat setiap tahunnya.

Purbaya menjelaskan bahwa saat ini otoritas fiskal tengah melakukan penghitungan saksama terhadap alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk program tersebut.

"Nanti anggarannya kami hitung dan kami siapkan. Yang jelas, saya ingin itu masuk mulai awal Juni bisa diimplementasikan," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Purbaya menekankan bahwa esensi utama dari kebijakan ini adalah kemandirian energi dan bukan sekadar pemberian subsidi semata kepada masyarakat.

"Itu membantu daya tahan ekonomi kita, jadi jangan dilihat subsidinya. Tujuan utamanya itu, sehingga kita lebih tahan ekonominya dari sisi energi," kata Purbaya Yudhi Sadewa.

Sektor swasta memberikan dukungan terhadap rencana ini melalui analisis Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti. Indef mencatat bahwa pengembangan ekosistem elektrifikasi telah menarik investasi asing langsung mencapai 2,73 miliar dolar AS dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Data Indef menunjukkan perbandingan beban fiskal yang kontras antara subsidi BBM dan insentif EV. Potensi kehilangan penerimaan negara dari pajak kendaraan listrik hanya berkisar Rp30,4 triliun per tahun, angka yang 90 persen lebih rendah dibandingkan subsidi BBM yang mencapai Rp296 triliun per tahun.

Esther menilai pemberian insentif ini merupakan instrumen penting untuk memacu produktivitas industri otomotif di dalam negeri.

"Memang untuk kendaraan listrik ini diharapkan bisa mendorong industri otomotif," katanya, Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif Indef.

Peningkatan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) diproyeksikan bakal terjadi seiring dengan penguatan produksi domestik. Selain itu, kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada impor kendaraan utuh (CBU) serta membuka peluang ekspor kendaraan listrik hasil produksi pabrikan lokal ke pasar global.

Artikel terkait

Rekomendasi