Pemerintah Tawarkan Sukuk Tabungan ST016 Mulai 8 Mei 2026

Pemerintah Tawarkan Sukuk Tabungan ST016 Mulai 8 Mei 2026

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan resmi membuka masa penawaran Sukuk Tabungan seri ST016 mulai Jumat, 8 Mei hingga awal Juni 2026 mendatang. Instrumen investasi syariah digital ini dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk diaspora dengan nominal pemesanan mulai dari Rp1 juta melalui perangkat pribadi.

Pemerintah memproyeksikan imbal hasil ST016 berada pada kisaran 6 hingga 7 persen dengan keunggulan berupa pajak yang lebih rendah dibandingkan deposito perbankan. Penerbitan seri ini merupakan instrumen SBN Ritel ketiga yang diluncurkan pemerintah pada tahun 2026 di tengah dinamika yield pasar modal Indonesia.

Direktur Pembiayaan Syariah Kemenkeu, Deni Ridwan, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini telah mempermudah akses investasi bagi masyarakat luas. Namun, ia menekankan bahwa tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah tingkat literasi keuangan yang masih perlu ditingkatkan agar masyarakat dapat mengoptimalkan instrumen yang ada.

"Investasi bisa dimulai dari Rp1 juta melalui perangkat pribadi, termasuk bagi diaspora di luar negeri," kata Deni Ridwan, Direktur Pembiayaan Syariah Kemenkeu.

Pemerintah berupaya menghadirkan solusi finansial yang aman dan menguntungkan untuk membangun kemandirian keuangan nasional. Upaya ini mencakup edukasi berkelanjutan mengenai manfaat instrumen negara yang memiliki risiko gagal bayar sangat rendah.

"Kami mengajak masyarakat, khususnya diaspora, untuk mulai berinvestasi secara bertahap sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan nasional sekaligus membangun kemandirian finansial di masa depan," ujar Deni Ridwan, Direktur Pembiayaan Syariah Kemenkeu.

Kebutuhan akan ketahanan keuangan jangka panjang juga menjadi perhatian para akademisi, terutama bagi kelompok keluarga muda. Guru Besar Akuntansi Syariah Universitas Tazkia, Murniati Mukhlisin, menyarankan agar masyarakat mulai membiasakan diri menyisihkan pendapatan bulanan untuk alokasi investasi rutin.

"Minimal 10 persen pendapatan bulanan dialokasikan untuk investasi. Kalau tidak ada cicilan utang bisa sampai 40 persen," ujar Murniati Mukhlisin, Guru Besar Akuntansi Syariah Universitas Tazkia.

Sektor perbankan turut menyoroti aspek keamanan dari instrumen berbasis syariah yang diterbitkan oleh pemerintah. Direktur Utama Bank Syariah Matahari, Muhammad Iman Sastra Mihajat, menyatakan bahwa sukuk negara memiliki peringkat keamanan tertinggi karena mendapatkan jaminan penuh dari negara.

"Sukuk negara itu rating-nya sudah paling atas. Sangat aman karena dijamin negara, jadi kemungkinan uang tidak kembali itu sangat kecil," ujar Muhammad Iman Sastra Mihajat, Direktur Utama Bank Syariah Matahari.

Iman menilai karakteristik sukuk sangat sesuai bagi investor yang memprioritaskan pendapatan tetap dalam perencanaan keuangan mereka. Meskipun imbal hasilnya moderat, keringanan pajak menjadi daya tarik tambahan bagi para pemegang unit sukuk.

"Saya melihat sukuk sebagai salah satu investasi paling aman. Memang return-nya tidak terlalu tinggi, tetapi rata-rata cukup baik. Pajaknya juga rendah," katanya Muhammad Iman Sastra Mihajat, Direktur Utama Bank Syariah Matahari.

Penerimaan pasar terhadap instrumen ini juga mulai bergeser ke arah demografi yang lebih muda. Menurut data perbankan, mayoritas investor sukuk kini berasal dari kelompok generasi milenial dan generasi Z.

"Mayoritas investor sukuk justru berasal dari generasi Z dan milenial," ujarnya Muhammad Iman Sastra Mihajat, Direktur Utama Bank Syariah Matahari.

Dari perspektif diaspora, kepemilikan sukuk dianggap sebagai langkah strategis dalam menjaga keterhubungan finansial dengan tanah air. Head of Financial Controlling Airbus Helicopters Arabia, Harri Gemilang, menyebutkan bahwa bagi diaspora, investasi ini memiliki nilai lebih dari sekadar perhitungan profit semata.

"Bagi diaspora, memiliki sukuk negara itu seperti naik kelas. Jadi bukan hanya bicara soal tenor dan kupon, tetapi juga soal masa depan keluarga," kata Harri Gemilang, Head of Financial Controlling Airbus Helicopters Arabia.

Di sisi lain, penguatan ekonomi syariah nasional diharapkan dapat terakselerasi melalui peran diaspora sebagai penghubung investasi global. Sekretaris Jenderal IAEI, Sutan Emir Hidayat, mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan komunitas internasional.

"Dengan kemudahan akses digital, kami mendorong diaspora untuk mulai berinvestasi dari diri sendiri secara konsisten, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, industri, dan komunitas global agar ekonomi syariah Indonesia mampu tampil sebagai kekuatan yang lebih kompetitif di tingkat dunia," ujar Sutan Emir Hidayat, Sekretaris Jenderal IAEI.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, seri Sukuk Tabungan secara historis selalu mencatatkan kondisi oversubscribed sejak pertama kali diluncurkan pada 2016. Karakteristik imbal hasil floating with floor menjadi daya tarik utama bagi investor ritel dalam menghadapi fluktuasi suku bunga pasar.

Artikel terkait

Rekomendasi