Pemerintah Tawarkan Sukuk Tabungan ST016 dengan Kupon hingga 6,25 Persen

Pemerintah Tawarkan Sukuk Tabungan ST016 dengan Kupon hingga 6,25 Persen

Pemerintah kembali membuka peluang bagi masyarakat untuk berinvestasi melalui instrumen syariah ritel terbaru, yakni Sukuk Tabungan seri ST016. Penawaran instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel ini telah dimulai sejak 8 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga 3 Juni 2026.

Dikutip dari Money, instrumen ini hadir dalam dua pilihan masa tenor yang bisa dipilih oleh investor, yaitu seri ST016T2 dan ST016T4. Kementerian Keuangan menetapkan kedua produk ini menggunakan skema kupon mengambang dengan tingkat minimal atau floating with floor.

Untuk seri ST016T2 yang memiliki jangka waktu dua tahun, pemerintah menetapkan tingkat imbal hasil minimal sebesar 6,05 persen per tahun. Sementara itu, untuk tenor empat tahun pada seri ST016T4, kupon minimal yang ditawarkan lebih tinggi, yakni mencapai 6,25 persen per tahun.

Masyarakat dapat mulai berinvestasi pada seri ST016 dengan nilai minimum pembelian sebesar Rp 1 juta dan kelipatannya. Namun, terdapat batas maksimal pemesanan yang berbeda untuk masing-masing tenor yang ditawarkan pemerintah.

Pemerintah menetapkan batas maksimal pemesanan untuk seri ST016T2 sebesar Rp 5 miliar. Sedangkan bagi investor yang memilih ST016T4, nilai pemesanan maksimal yang diperbolehkan mencapai Rp 10 miliar.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, distribusi kupon pertama dijadwalkan cair pada 10 Juli 2026. Imbal hasil ini akan dikirimkan secara rutin setiap bulan langsung ke rekening terdaftar para investor.

"Untuk periode pertama (yang akan dibayar pada tanggal 10 Juli 2026) berlaku kupon sebesar 6,05 persen untuk ST016T2, dan 6,25 persen untuk ST016T4," demikian keterangan DJPPR Kementerian Keuangan.

Mekanisme Kupon dan Keunggulan Pajak

Penerapan skema floating with floor pada ST016 memberikan perlindungan bagi investor terhadap fluktuasi suku bunga. Jika suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) mengalami kenaikan, maka tingkat kupon ST016 berpotensi ikut meningkat.

Sebaliknya, apabila suku bunga BI Rate turun, besaran kupon tidak akan jatuh di bawah batas minimal yang sudah ditentukan di awal. Hal ini memberikan kepastian pendapatan bagi pemilik modal di tengah dinamika pasar keuangan.

"Dengan skema ini, kupon dapat meningkat mengikuti kenaikan suku bunga acuan, namun tidak akan turun di bawah batas minimal yang telah ditetapkan," kata Kemenkeu.

Selain faktor keamanan karena dijamin negara, ST016 menarik minat investor karena beban pajaknya yang lebih efisien. Pajak kupon SBN ritel hanya sebesar 10 persen, jauh lebih rendah dibandingkan pajak bunga deposito perbankan yang mencapai 20 persen.

Simulasi Imbal Hasil Bulanan ST016T2

Bagi investor yang menempatkan dana sebesar Rp 10 juta pada ST016T2, estimasi kupon kotor yang diterima adalah Rp 50.416 per bulan. Setelah dipotong pajak 10 persen, nilai bersih yang diterima menjadi sekitar Rp 45.375 per bulan.

Untuk investasi senilai Rp 100 juta, kupon kotor per bulan diperkirakan mencapai Rp 504.166. Setelah kewajiban pajak ditunaikan, investor akan mengantongi pendapatan bersih sebesar Rp 453.750 setiap bulannya.

Potensi imbal hasil semakin besar seiring peningkatan nilai investasi. Penempatan dana Rp 500 juta memberikan kupon bersih sekitar Rp 2,27 juta, sementara investasi Rp 1 miliar berpotensi menghasilkan sekitar Rp 4,54 juta per bulan.

"Imbal Hasil Pertama berlaku normal coupon, karena tenor tepat 1 (satu) bulan," demikian penjelasan simulasi tersebut.

Proyeksi Pendapatan Seri ST016T4

Seri ST016T4 menawarkan imbal hasil yang lebih kompetitif karena perannya sebagai Green Sukuk Ritel. Dana yang terkumpul dari seri ini dialokasikan khusus untuk mendanai berbagai proyek ramah lingkungan milik pemerintah.

Investasi sebesar Rp 100 juta pada tenor empat tahun ini diproyeksikan menghasilkan kupon kotor Rp 520.833 per bulan. Pendapatan bersih yang diterima investor setelah dipotong pajak adalah sekitar Rp 468.750 per bulan.

Jika investor menempatkan dana maksimal Rp 1 miliar pada ST016T4, maka kupon kotor bulanan mencapai Rp 5,2 juta. Nilai bersih yang masuk ke rekening investor setelah pajak 10 persen diperkirakan sebesar Rp 4,69 juta.

ST016T2 dianggap ideal bagi mereka yang mengincar investasi jangka menengah, sementara ST016T4 lebih cocok bagi investor dengan orientasi jangka panjang. Pemerintah menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 15 triliun untuk mendukung pembiayaan APBN melalui penerbitan ini.

Artikel terkait

Rekomendasi