Pemesanan Hotel di Texas Melambat Jelang Piala Dunia FIFA 2026

Pemesanan Hotel di Texas Melambat Jelang Piala Dunia FIFA 2026

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Texas menghadapi tantangan setelah laporan American Hotel & Lodging Association (AHLA) mengungkapkan bahwa pemesanan hotel internasional di Dallas dan Houston masih berada di bawah ekspektasi menjelang Piala Dunia FIFA 2026 pada Rabu (6/5/2026).

Data AHLA menunjukkan bahwa sekitar 80 persen pelaku usaha perhotelan di Amerika Serikat melaporkan angka pemesanan yang lebih rendah dari prakiraan awal. Kondisi ini dipicu oleh dominasi wisatawan domestik yang melampaui jumlah pengunjung mancanegara, sehingga berpotensi membatasi total dampak ekonomi bagi wilayah tersebut.

Penyebab utama kelesuan ini adalah langkah FIFA yang mengembalikan blok besar kamar hotel ke pasar setelah sebelumnya dipesan untuk staf dan media. Selain itu, hambatan visa, ketegangan geopolitik, dan lonjakan biaya perjalanan juga membuat wisatawan internasional kesulitan untuk berkunjung ke Amerika Serikat.

Presiden dan CEO Arlington Convention & Visitors Bureau, Brent DeRaad, mengonfirmasi tren serupa yang terjadi di kawasan North Texas saat ini.

"I don't know of any local hotels that are at 100% occupancy during the FIFA timeframe right now," ujar Brent DeRaad, Presiden dan CEO Arlington Convention & Visitors Bureau.

DeRaad menjelaskan bahwa pihak hotel kini berupaya keras untuk mengisi kamar-kamar yang tersedia dengan menyasar wisatawan rekreasi umum sebagai alternatif.

"What we're seeing is hotels working to fill those rooms with leisure travelers," kata Brent DeRaad, Presiden dan CEO Arlington Convention & Visitors Bureau.

Direktur Eksekutif UNT Sports Innovation Space, Bob Heere, turut menyoroti tingginya harga tiket pertandingan yang menjadi faktor penghambat bagi pelancong luar negeri.

"For international travelers, these numbers, even for a basic group game, are quite high and quite shocking for some," ujar Bob Heere, Direktur Eksekutif UNT Sports Innovation Space.

Analisis Heere menunjukkan bahwa biaya yang besar di awal membuat pengunjung cenderung mempersingkat masa inap atau mengurangi pengeluaran untuk sektor kuliner.

"They may not stay as long or spend as much on things like dining," kata Bob Heere, Direktur Eksekutif UNT Sports Innovation Space.

Meskipun kondisi saat ini kurang bergairah, DeRaad menilai masih ada peluang terjadinya lonjakan pemesanan di saat-saat terakhir mengingat pola perilaku konsumen di Arlington.

"About 50% of our rooms are typically sold within 14 days here in Arlington," ujar Brent DeRaad, Presiden dan CEO Arlington Convention & Visitors Bureau.

Pihak pariwisata setempat tetap optimistis bahwa aktivitas pasar akan meningkat secara signifikan dalam beberapa pekan mendatang seiring semakin dekatnya jadwal turnamen.

"Over the next few weeks, we expect to see a lot more activity," kata Brent DeRaad, Presiden dan CEO Arlington Convention & Visitors Bureau.

Menanggapi kekhawatiran mengenai tren pemesanan yang lesu, organisasi sepak bola dunia FIFA menegaskan bahwa minat global terhadap turnamen tersebut tetap berada di level tertinggi.

"Global demand for the FIFA World Cup 2026 is unprecedented, with more than five million tickets sold," tegas FIFA dalam pernyataan resminya.

FIFA menambahkan bahwa antusiasme masyarakat dunia terus meningkat untuk menyambut ajang olahraga terbesar di planet ini.

"Excitement continues to build for the largest sporting event on the planet," kata FIFA dalam pernyataan resminya.

Hingga saat ini, FIFA belum merilis rincian data pembeli tiket berdasarkan kategori domestik maupun internasional, serta jumlah pasti kamar hotel yang dilepaskan kembali ke pasar bebas.

Artikel terkait

Rekomendasi