Phintraco Sekuritas Ungkap Sentimen Pemicu Penurunan Saham Perbankan

Phintraco Sekuritas Ungkap Sentimen Pemicu Penurunan Saham Perbankan

Pasar saham Indonesia mencatat penurunan pada harga saham perbankan besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akibat sentimen kebijakan suku bunga serta rilis data ekonomi regional maupun domestik pada Senin, 18 Mei 2026.

Dilansir dari investor.id, Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa pelaku pasar sedang mencermati risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes) dan laporan keuangan NVIDIA untuk memproyeksikan arah suku bunga The Fed. Antisipasi ini muncul setelah data inflasi Amerika Serikat bergerak lebih tinggi dari ekspektasi pasar.

Sentimen negatif juga datang dari regional Asia, khususnya China. Investor global dilaporkan tengah menanti rilis data produksi industri dan penjualan ritel dari Negeri Tirai Bambu tersebut, di mana Bank Sentral China diprediksi tetap mempertahankan suku bunga pinjaman utama tenor satu tahun di level 3% dan tenor lima tahun pada tingkat 3,5%.

Sementara itu dari dalam negeri, perhatian para pelaku pasar tertuju penuh pada pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Suku bunga acuan atau BI Rate diperkirakan tetap bertahan di level 4,75% dalam rapat yang dijadwalkan pada 20 Mei 2026.

“Investor juga menunggu data pertumbuhan kredit, transaksi berjalan kuartal I-2026, dan M2 Money Supply,” papar Phintraco Sekuritas.

Artikel terkait

Rekomendasi