Pemkab Bekasi Alokasikan Rp3,2 Miliar Perbaiki Jalan Puri Cendana

Pemkab Bekasi Alokasikan Rp3,2 Miliar Perbaiki Jalan Puri Cendana

Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi memasukkan proyek perbaikan jalan rusak di Perumahan Puri Cendana, Kecamatan Tambun Selatan, ke dalam pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setelah aksi perbaikan mandiri oleh warga setempat viral di media sosial, Selasa (5/5/2026).

Dilansir dari Megapolitan, alokasi dana sebesar Rp3.259.800.000 telah tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) untuk menangani kerusakan jalan seluas 4.500 meter persegi. Langkah pemerintah ini merupakan tindak lanjut atas gerakan swadaya komunitas muda-mudi yang sebelumnya berinisiatif memperbaiki akses pemukiman mereka.

Perwakilan muda-mudi Puri Cendana, Fiky Rio Utama menjelaskan bahwa kepastian anggaran tersebut sudah dapat dipantau langsung oleh masyarakat melalui situs resmi pemerintah. Penetapan pagu ini diharapkan dapat segera diikuti dengan pelaksanaan teknis di lapangan.

"Alhamdulillah sudah masuk pagu ya, sudah ada di website-nya juga. Dan kemarin pun sudah sempat di-respons sama Bupati untuk cepat terealisasi," ujar Fiky, Perwakilan muda-mudi Puri Cendana.

Gerakan perbaikan jalan yang diinisiasi oleh kelompok pemuda ini bermula dari kondisi infrastruktur yang terbengkalai selama bertahun-tahun. Menurut Fiky, inisiatif tersebut kini memberikan dampak luas bagi lingkungan sekitar.

"Semoga energi positif ini terus menular buat anak-anak muda yang ada di seluruh Indonesia," katanya.

Dukungan warga terhadap perbaikan jalan sangat besar, terbukti dari keberhasilan pengumpulan dana ratusan juta rupiah untuk pengecoran tahap sebelumnya. Partisipasi aktif seluruh warga menjadi modal utama dalam gerakan ini.

"Dari keberhasilannya pengecoran tahap dua ini dengan mengumpulkan nominal yang cukup besar dan semua warganya terlibat, itu sudah cukup jelas menggambarkan mayoritas warga men-support," ujarnya.

Kesadaran kolektif generasi muda di kawasan tersebut muncul dari rasa kepemilikan dan tanggung jawab sosial. Fiky menekankan pentingnya peran pemuda sebagai penerus estafet kepemimpinan di tingkat lingkungan terkecil.

"Kami anak muda itu punya tanggung jawab. Karena ke depannya yang akan melanjutkan perjuangan para orangtua dan RT-RW di sini," tuturnya.

Kondisi jalan utama di perumahan tersebut dilaporkan telah mengalami kerusakan parah selama sekitar tujuh tahun terakhir. Kerusakan ini dinilai sangat menghambat mobilitas warga, terutama kelompok rentan.

"Kalau ngomongin seberapa parah, ya parah banget. Mungkin bisa dibilang menyulitkan dan menyusahkan warga, terutama ibu hamil dan juga anak-anak sekolah," ujar dia.

Penyebab utama keterlambatan perbaikan selama bertahun-tahun adalah kendala administratif terkait tanggung jawab pengembang. Masalah tersebut baru menemui titik terang setelah wewenang pengelolaan jalan beralih ke pemerintah daerah pada akhir 2025.

Dalam dua tahap aksi swadaya, warga berhasil mengumpulkan dana yang signifikan. Tahap pertama pada November 2025 menghabiskan Rp180 juta, sementara tahap kedua pada Mei 2026 mengumpulkan Rp330.953.000 untuk pengecoran sepanjang 150 meter.

"Proses penggalangan dana tahap kedua memang memakan waktu lebih lama, hampir lima bulan. Karena kebutuhan anggaran yang lebih besar dan kondisi teknis jalannya juga lebih kompleks," kata Fiky.

Meskipun jumlah dana yang terkumpul cukup besar, panitia memastikan bahwa seluruh donasi bersifat sukarela. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memperkuat kembali nilai-nilai kerja sama di antara masyarakat setempat.

"Tujuan utamanya bukan sekadar pengecoran, tapi menumbuhkan kembali rasa gotong royong warga," kata Fiky.

Pasca perbaikan jalan, komunitas muda-mudi yang kini memiliki 200 anggota tersebut berencana melakukan penataan lingkungan lebih lanjut. Program selanjutnya mencakup relokasi pedagang kaki lima ke area jogging track demi ketertiban umum.

"Ini PR selanjutnya dan aspirasi yang sangat diharapkan oleh warga," ucapnya.

Artikel terkait

Rekomendasi