Pemkab Bekasi Alokasikan Rp3,2 Miliar Perbaiki Jalan Puri Cendana

Pemkab Bekasi Alokasikan Rp3,2 Miliar Perbaiki Jalan Puri Cendana

Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi memasukkan perbaikan jalan utama Perumahan Puri Cendana, Desa Sumberjaya, Tambun Selatan ke dalam program APBD 2026 setelah bertahun-tahun mengalami kerusakan parah. Kepastian ini muncul menyusul keresahan pemuda setempat yang sebelumnya telah melakukan aksi perbaikan secara swadaya.

Kondisi infrastruktur di kawasan tersebut sebelumnya dipenuhi lubang dan lumpur yang menyerupai kubangan saat musim hujan. Hal ini dinilai membahayakan mobilitas warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

Data dari dokumen Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) menunjukkan pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp3.259.800.000. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi perbaikan jalan utama dengan volume pengerjaan mencapai 4.500 meter persegi yang ditargetkan terealisasi pada akhir 2026.

Perwakilan muda-mudi Puri Cendana, Fiky Rio Utama (32), memberikan penjelasan mengenai perkembangan status perbaikan jalan tersebut kepada pihak media pada Selasa (5/5/2026).

"Alhamdulillah sudah masuk pagu ya, sudah ada di websitenya juga. Dan kemarin pun sudah sempat direspons sama Bupati untuk cepat terealisasi," ujar Fiky Rio Utama, Perwakilan Muda-mudi Puri Cendana.

Fiky menjelaskan bahwa gerakan ini bermula dari inisiatif sekitar 200 pemuda dari tujuh RW yang prihatin terhadap lambannya solusi dari pihak terkait. Mereka berhasil menggalang dana ratusan juta rupiah dari warga tanpa menetapkan nominal wajib.

"Tergeraknya karena resah ya, tapi enggak pernah ada solusi. Dan kami ingin jadi anak muda yang bermanfaat dan menebarkan energi positif buat warga sendiri," kata Fiky Rio Utama, Perwakilan Muda-mudi Puri Cendana.

Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk perbaikan mandiri dalam dua tahap. Tahap pertama pada November 2025 menghabiskan Rp180 juta, sedangkan tahap kedua pada Mei 2026 mengumpulkan Rp330,9 juta untuk pengecoran jalan setebal 15 sentimeter.

"Kami tidak membebankan kepada warga. Tapi mengajak warga yang memang peduli. Dan tidak ada nominal wajib yang dibayarkan," kata Fiky Rio Utama, Perwakilan Muda-mudi Puri Cendana.

Melalui gerakan ini, komunitas pemuda setempat berharap dapat membangkitkan kembali semangat gotong royong yang mulai pudar di kawasan perkotaan. Mereka memandang perbaikan infrastruktur sebagai bagian dari tanggung jawab generasi muda terhadap lingkungan.

"Kami anak muda itu punya tanggung jawab. Karena ke depannya kami yang akan melanjutkan perjuangan para orang tua dan RT-RW di sini," tutur Fiky Rio Utama, Perwakilan Muda-mudi Puri Cendana.

Setelah persoalan jalan utama tertangani, komunitas ini berencana menyasar masalah lingkungan lainnya secara bertahap. Fokus selanjutnya mencakup penataan pedagang kaki lima, sistem drainase, hingga pengelolaan sampah di wilayah perumahan tersebut.

"Masalah di lingkungan kami bukan cuma jalan. Jadi satu per satu kami selesaikan sesuai prioritas," katanya Fiky Rio Utama, Perwakilan Muda-mudi Puri Cendana.

Artikel terkait

Rekomendasi