Pemkab Tangerang Terapkan Pendidikan Antikorupsi di Jenjang Sekolah

Pemkab Tangerang Terapkan Pendidikan Antikorupsi di Jenjang Sekolah

Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi mendorong implementasi pendidikan antikorupsi pada jenjang pendidikan dasar dan menengah guna memperkuat karakter bangsa. Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menghadiri peluncuran buku panduan pengajaran tersebut di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, pada Senin (11/5/2026).

Langkah ini merupakan upaya strategis daerah untuk menanamkan budaya bersih dan nilai kejujuran bagi peserta didik sejak usia dini. Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, buku panduan tersebut diharapkan menjadi referensi utama bagi para guru dalam merancang metode pengajaran yang sistematis di sekolah-sekolah.

Bupati Tangerang menekankan pentingnya arah yang jelas bagi tenaga pendidik dalam membentuk moral siswa melalui literasi tersebut. Penggunaan buku panduan ini menjadi instrumen penting bagi ekosistem pendidikan di wilayah Tangerang.

"Dengan buku ini, diharapkan para guru bisa mendapatkan gambaran dan arah yang lebih jelas untuk mengajarkan nilai-nilai kejujuran, budaya bersih, dan antikorupsi yang bermuara pada pembentukan dan penguatan karakter bangsa," ujar Maesyal, Bupati Tangerang.

Pemerintah daerah juga mengintegrasikan kebijakan ini dengan agenda pusat dalam rangka memajukan kualitas kepribadian generasi muda di sekolah formal. Integrasi ini bertujuan menciptakan kesinambungan antara kurikulum daerah dan visi nasional.

"Kami mendukung penuh dan siap menyukseskan program Kemendikdasmen yang menjadikan pendidikan sebagai bagian untuk menguatkan pembentukan karakter dan kepribadian bangsa di jenjang sekolah dasar dan menengah," kata Maesyal.

Selain di lingkungan institusi pendidikan, Maesyal mengingatkan bahwa pembentukan integritas harus melibatkan peran aktif dari berbagai lapisan sosial lainnya. Kolaborasi antara keluarga dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pendidikan moral.

"Budaya jujur, bersih, dan beradab itu harus dimulai sejak dini. Anak didik kita tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari kurikulum sekolah, tetapi juga pengalaman dari lingkungan keluarga dan masyarakat," tegas Maesyal.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa sekolah harus menjadi percontohan utama dalam mempraktikkan nilai-nilai integritas secara nyata. Pihaknya berupaya mengubah konsep antikorupsi dari sekadar teori menjadi kebiasaan sehari-hari.

"Dengan peluncuran buku panduan tentang pendidikan antikorupsi ini, kami berkomitmen bahwa sekolah dapat menjadi model bagaimana budaya jujur, bersih, dan antikorupsi itu tidak sebatas pengetahuan, tetapi menjadi budaya dan peradaban utama," ungkap Mu'ti, Mendikdasmen RI.

Buku tersebut disusun untuk menjadi peta jalan strategis bagi satuan pendidikan di seluruh Indonesia agar tercipta generasi yang berintegritas tinggi. Penyusunannya dilakukan secara berjenjang menyesuaikan tingkat perkembangan psikologis siswa.

"Panduan pendidikan antikorupsi ini menyajikan peta kompetensi yang jelas serta langkah-langkah implementatif, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menumbuhkan pendidikan antikorupsi yang berkelanjutan," tutur Mu'ti.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto memberikan dukungannya terhadap inisiatif literasi pendidikan ini sebagai langkah pencegahan korupsi jangka panjang. Ia menitikberatkan bahwa edukasi merupakan fondasi utama sebelum penegakan hukum di meja hijau.

"Saya berharap untuk hari ini, esok, dan masa depan, antikorupsi tidak dimulai dari ruang persidangan, tetapi dari ruang kelas. Anak cucu kita sejak dini sudah bisa memahami budaya hidup jujur dan bersih serta bagaimana proses pencegahannya," ungkap Setyo, Ketua KPK.

Artikel terkait

Rekomendasi