Pemkot Bekasi Berencana Alihkan Anggaran Flyover Bulak Kapal

Pemkot Bekasi Berencana Alihkan Anggaran Flyover Bulak Kapal

Pemerintah Kota Bekasi berencana memindahkan alokasi dana pembangunan flyover Bulak Kapal senilai Rp 20 miliar ke proyek infrastruktur lainnya pada Senin (11/5/2026). Langkah ini diambil apabila bantuan percepatan pembangunan dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk proyek di Kecamatan Bekasi Timur tersebut resmi dikucurkan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, menjelaskan bahwa anggaran yang bersumber dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut akan diusulkan untuk dialihkan ke wilayah Bulan-bulan. Rencana ini bergantung pada kepastian bantuan dari pemerintah pusat, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

"Kalau memang bantuan Presiden jadi untuk Bulak Kapal, berarti anggaran yang sebelumnya sudah direncanakan bisa kami usulkan untuk digeser ke pembangunan di Bulan-bulan," ujar Idi Sutanto, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi.

Proyek flyover Bulak Kapal awalnya dirancang menggunakan skema tahun jamak atau multiyears dengan target penyelesaian pada akhir 2027. Namun, Pemkot Bekasi kini memilih menunggu instruksi lebih lanjut mengenai mekanisme bantuan dari kementerian terkait setelah adanya arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Saat ini masih menunggu skema bantuan Presiden seperti apa. Apakah lewat Kementerian Perhubungan, Kementerian PU, atau langsung ke daerah. Masih menunggu tindak lanjut dari Kemenko Infrastruktur dan Setneg," kata Idi.

Idi mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengikuti koordinasi sebanyak dua kali bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Hingga kini, pemerintah daerah masih proaktif menanyakan kepastian mengenai tata cara pelaksanaan proyek yang akan didukung dana pusat tersebut.

"Karena kami pemerintah daerah, fungsinya hanya menanyakan. Terakhir hari Kamis kemarin rapat dari Kemenkeu dan Kemenko Infrastruktur. Sudah naik level, tapi belum ada arahan resmi," ujarnya.

Pemerintah Kota Bekasi menargetkan adanya kejelasan status proyek dalam waktu dekat guna menentukan langkah teknis di lapangan. Hal ini penting untuk menyelaraskan rencana pembangunan daerah dengan intervensi anggaran dari pemerintah pusat.

"Mudah-mudahan satu dua minggu ada kabar, nanti baru kami bisa pastikan," kata dia.

Rencana percepatan ini muncul setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi khusus terhadap keselamatan di pelintasan sebidang kereta api pada Selasa (28/4/2026). Presiden menilai pembangunan flyover di Bekasi sangat mendesak mengingat tingginya mobilitas masyarakat dan frekuensi perjalanan kereta api di wilayah tersebut.

"Pemerintah Daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena Bekasi ini juga padat dan keperluan kereta api sangat mendesak," ujar Prabowo.

Kepala Negara juga menyebutkan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan dana sekitar Rp 4 triliun guna membenahi sistem pengamanan di berbagai pelintasan sebidang yang rawan kecelakaan. Anggaran tersebut mencakup pembangunan struktur flyover di titik-titik krusial untuk mencegah terjadinya insiden lalu lintas.

Artikel terkait

Rekomendasi