Pemkot Bekasi Siapkan 5 Miliar Perbaiki Jalan Utama Dukuh Zamrud

Pemkot Bekasi Siapkan 5 Miliar Perbaiki Jalan Utama Dukuh Zamrud

Warga Mustikajaya mendesak Pemerintah Kota Bekasi untuk segera memperbaiki kerusakan jalan di depan gapura utama Perumahan Dukuh Zamrud, Kelurahan Cimuning, Kota Bekasi, pada Jumat (8/5/2026), guna mencegah kecelakaan bagi para pengguna jalan.

Kondisi aspal yang mengelupas dan berlubang di lokasi tersebut dilaporkan telah terjadi selama dua bulan terakhir. Kerusakan ini dinilai kontras dengan kemegahan gapura perumahan yang dibangun menggunakan dana APBD senilai hampir Rp 1 miliar.

“Jalannya sudah bukan mengganggu lagi, tapi bisa membahayakan. Harusnya pemerintah gerak cepat, jangan sampai nunggu ada korban,” ujar Imam, warga Mustikajaya, saat ditemui di lokasi sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

Imam menyoroti ketimpangan antara anggaran estetika gapura dengan kondisi infrastruktur dasar yang terbengkalai. Ia menegaskan pentingnya prioritas penggunaan anggaran daerah untuk kebutuhan masyarakat luas.

“Ini fenomena yang unik banget ya. Padahal gapuranya dibangun hampir Rp 1 miliar, tapi jalan di depannya malah rusak,” ujar Imam.

Kekhawatiran muncul jika penanganan tidak segera dilakukan, masyarakat mungkin akan berinisiatif melakukan aksi swadaya. Imam berharap pemerintah lebih peka terhadap kondisi lapangan sebelum warga bergerak secara mandiri.

“Apa tunggu warga turun dulu buat perbaiki jalan biar pemerintahnya melek?” kata Imam.

Infrastruktur yang layak dianggap lebih mendesak daripada proyek yang hanya mengejar aspek visual. Hal ini berkaitan langsung dengan kenyamanan dan keamanan mobilitas harian warga di wilayah tersebut.

“Jangan membesarkan anggaran buat fasilitas yang memang enggak dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” ujar Imam.

Ia menekankan bahwa fungsi utama pembangunan seharusnya memberikan dampak positif yang nyata bagi publik. Menurutnya, jalan yang baik adalah kunci kenyamanan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Karena kalau jalannya bagus, masyarakat juga nyaman,” kata Imam.

Hendi, warga lain yang melintas di kawasan tersebut, turut menyampaikan keluhan senada. Ia berharap ada keseimbangan antara pembangunan ikonik seperti gapura dengan perawatan akses transportasi di sekitarnya.

"Sebagai masyarakat kami pengen jalan juga diperbaiki, biar seimbang sama gapura itu. Kendaraan juga lebih aman dan enggak ada kecelakaan," ujar Hendi.

Lokasi kerusakan yang berada di area tikungan menjadikannya titik rawan kecelakaan, terutama bagi pengguna sepeda motor. Jalan ini merupakan akses vital yang menghubungkan wilayah Cimuning menuju Grand Wisata.

“Harapannya pengen diperbaiki lagi lah, biar lebih aman buat pengendara motor,” ucap Hendi.

Merespons desakan publik, Sub Koordinator Pemeliharaan Jalan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Ridwan Muarief, memberikan klarifikasi. Ia menyatakan bahwa perbaikan ruas jalan tersebut sudah masuk dalam agenda kerja instansi.

“Untuk jalan utama Dukuh Zamrud sudah masuk rencana kerja Dinas BMSDA tahun ini,” kata Ridwan.

Pemerintah telah menyiapkan alokasi dana yang signifikan untuk menangani kerusakan di kawasan tersebut. Saat ini, proses administratif sedang berjalan sebelum pengerjaan fisik dilakukan di lapangan.

“Saat ini sedang dalam persiapan tahap pengadaan barang dan jasa. Sudah dianggarkan Rp 5 miliar untuk perbaikan jalannya,” ujar Ridwan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah titik jalan di dalam perumahan Dukuh Zamrud juga mengalami kerusakan serupa yang memicu kemacetan. Kondisi ini semakin berisiko saat malam hari atau ketika hujan, karena lubang sering tertutup oleh genangan air.

Artikel terkait

Rekomendasi