Wali Kota Bogor Dedie A Rachim tengah mematangkan pembahasan rencana pembukaan rute baru Transjabodetabek yang menghubungkan Bubulak dengan Jakarta. Langkah ini diambil guna menyediakan alternatif transportasi bagi masyarakat selain layanan kereta rel listrik (KRL) yang kapasitasnya mulai terbatas, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Dedie menyampaikan usulan tersebut secara langsung kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo pada Senin (4/5/2026). Fokus utama dalam diskusi tersebut mencakup aspek teknis, terutama terkait perhitungan kebutuhan anggaran serta ketersediaan subsidi yang diperlukan untuk mendukung operasional rute tersebut.
Dukungan terhadap rencana ini muncul karena kepadatan pengguna Commuter Line di Stasiun Bogor dinilai sudah sangat tinggi. Rute baru ini diharapkan dapat membagi beban penumpang yang selama ini bergantung pada moda transportasi berbasis rel tersebut.
"Memang ada kebutuhan, jadi yang untuk Bubulak-Jakarta sedang dikaji dan sedang ingin dipastikan apakah anggaran untuk subsidinya memadai. Jadi insya Allah nanti kalau bisa," kata Dedie di Batutulis, Kota Bogor, Kamis (7/5/2026).
Penegasan mengenai urgensi moda bus ini berkaitan dengan efisiensi waktu dan kenyamanan penumpang. Melalui penambahan rute, warga diharapkan memiliki pilihan jadwal yang lebih pasti untuk mobilitas sehari-hari menuju ibu kota.
"Jadi bisa naik bus dan terjadwal, tenang aja sampai jam 23.00 WIB juga ada kalau masih pulangnya jam 20.00 WIB pasti kebagian pulang. Karena kalau naik KRL katanya sudah berat ya enggak bisa lagi ditambah karena headway-nya atau jarak antarkereta itu tinggal 4 menit lagi," sambung Dedie.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, sebelumnya mengonfirmasi bahwa permohonan penambahan armada dan rute sudah diajukan kepada pihak terkait sejak Februari 2026. Selain rute Bubulak, Pemerintah Kota Bogor juga membidik penambahan layanan bus dari wilayah Ciawi.
"Untuk TJ sebenarnya sudah usulin. Usulin untuk nambah, frekuensinya ditambah, kemudian Ciawi juga ditambah, dari Bubulak juga ditambah. Sudah mengusulkan," jelas Sujatmiko saat dihubungi Kompas.com, Rabu (15/4/2026).