Pemkot Jakarta Timur Bangun Ring Tinju Guna Menekan Angka Tawuran

Pemkot Jakarta Timur Bangun Ring Tinju Guna Menekan Angka Tawuran

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun fasilitas arena tinju di bawah Flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur, guna menekan angka tawuran pemuda yang marak terjadi di wilayah tersebut. Pembangunan fasilitas olahraga ini merupakan hasil kolaborasi swadaya masyarakat dan bantuan corporate social responsibility (CSR) pada Januari 2026.

Langkah penyediaan sarana ini diambil menyusul tingginya data perkelahian jalanan di wilayah tersebut, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Berdasarkan catatan resmi, sepanjang tahun 2025 telah terjadi 132 kasus tawuran, sementara hingga Mei 2026 angka tersebut sudah mencapai 55 kasus.

Kehadiran sarana olahraga ini membawa dampak bagi salah satu pemuda asal Depok bernama Bintang (22), yang kini rutin berlatih setelah pulang bekerja.

"Saya enggak mau tawuran lagi," kata Bintang, salah satu pemuda setempat.

Sebelumnya, pemuda yang bekerja di kawasan Fatmawati ini mengaku sudah dekat dengan aktivitas jalanan negatif tersebut sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama.

"Saya dari SMP sudah dekat sama tawuran. Ya kegiatannya, maaf-maaf ya Kak, lebih banyak negatifnya deh. Mungkin saya enggak bisa sebutin ya. Pokoknya kegiatan negatif banyak dilakukan lah," ujar Bintang.

Kesadaran pribadi serta motivasi dari rekan-rekan sesama petinju di lingkungannya menjadi dorongan kuat bagi dirinya untuk mengubah arah hidup.

"Lebih ke kesadaran pribadi aja. Mau sampai kapan sih kayak gini? Terus banyak teman juga, contohnya ada Bang Fale yang kemarin habis menang di Bogor. Itu salah satu motivasi saya buat ikut boxing. Ada juga Bang Yunus dan yang lain," kata Bintang.

Selain faktor lingkungan pertemanan baru yang positif, keinginan untuk menjaga perasaan orang tua menjadi alasan utama dirinya berhenti dari aksi tawuran.

"Saya tidak mau bikin mama saya nangis terus mikirin anaknya," ucap Bintang.

Setelah rutin menjalani latihan memukul samsak dan sparring selama tiga bulan terakhir, ia merasakan emosinya menjadi lebih stabil saat berada di jalan raya.

"Sekarang kalau di jalan disenggol orang, saya lebih pilih minta maaf terus pergi," kata Bintang.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menegaskan bahwa fasilitas publik ini sengaja disiapkan pemerintah untuk mengalihkan aktivitas para remaja ke arah yang lebih produktif.

"Waktu itu kita undang empat kelompok pemuda yang biasa tawuran. Akhirnya mereka berdialog dengan kita dan tercapai kesepakatan," ujar Munjirin, Wali Kota Jakarta Timur.

Penyediaan fasilitas di Pasar Rebo ini sekaligus menjawab keluhan para pemuda yang sebelumnya harus bepergian jauh ke Jakarta Pusat untuk berlatih.

"Dari pembicaraan itu akhirnya dibuatlah ring tinju untuk latihan," kata Munjirin.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan ruang kreativitas dan olahraga seperti ini di wilayah ibu kota.

"Semakin banyak tempat seperti ini, ruang kreativitas anak muda di Jakarta semakin banyak, sehingga energinya lebih tersalurkan dibanding mereka begadang atau tawuran di jalan," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Artikel terkait

Rekomendasi