Pemkot Jakarta Timur Sediakan Fasilitas Olahraga Guna Tekan Angka Tawuran

Pemkot Jakarta Timur Sediakan Fasilitas Olahraga Guna Tekan Angka Tawuran

Pemerintah Kota Jakarta Timur membangun arena ring tinju dan skatepark di kolong Flyover Pasar Rebo, Ciracas, sebagai ruang aktivitas positif anak muda guna menekan angka tawuran remaja di wilayah tersebut. Fasilitas olahraga yang dikelola secara profesional oleh komunitas ini dibuka gratis untuk masyarakat umum.

Langkah penanganan konflik remaja tersebut diklaim mulai menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan data yang dilansir dari Megapolitan, sepanjang tahun 2025 tercatat ada 132 kasus tawuran di Jakarta Timur, namun jumlahnya menurun menjadi 55 kejadian hingga Mei 2026 sejak fasilitas itu didirikan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan langsung penggunaan fasilitas olahraga tersebut pada Senin (18/5/2026). Pramono menyatakan kehadiran sarana ini sukses mengalihkan energi kelompok pemuda yang sebelumnya sering terlibat bentrokan fisik di jalanan.

"Setelah mempunyai tempat ini, Alhamdulillah tawurannya menurun secara drastis," ujar Pramono.

Sejumlah kelompok pemuda yang dahulu aktif terlibat tawuran, seperti kelompok Gang Amerika, kini dilaporkan mulai memanfaatkan fasilitas tersebut untuk latihan tinju. Pemerintah menilai penyediaan ruang kreativitas jauh lebih efektif meredam aksi jalanan dibandingkan membiarkan remaja tanpa aktivitas malam.

"Semakin banyak tempat seperti ini, ruang kreativitas anak muda di Jakarta semakin banyak, sehingga energinya lebih tersalurkan dibanding mereka begadang atau tawuran di jalan," tutur Pramono.

Melihat dampak positif di Pasar Rebo, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengadopsi skema serupa untuk wilayah lain yang rawan konflik. Kawasan Kampung Melayu diproyeksikan menjadi lokasi berikutnya untuk pembangunan fasilitas serupa sebagai percontohan penanganan tawuran.

"Secara spontan saya akan bangun di satu tempat lagi di Kampung Melayu. Mudah-mudahan ini memberikan manfaat bagi anak-anak muda supaya energinya tersalurkan lebih produktif dan tidak lagi tawuran," kata Pramono.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas olahraga ini merupakan hasil kesepakatan langsung. Pemerintah daerah sebelumnya sengaja mengundang empat kelompok pemuda yang kerap terlibat tawuran untuk berdialog mencari solusi bersama.

"Waktu itu kita undang empat kelompok pemuda yang biasa tawuran. Akhirnya mereka berdialog dengan kita dan tercapai kesepakatan," kata Munjirin.

Dalam dialog tersebut, para remaja mengeluhkan jauhnya fasilitas latihan tinju yang selama ini berada di Bulungan atau Menteng, Jakarta Pusat. Menanggapi aspirasi tersebut, pembangunan arena tinju dilakukan sejak 12 Januari 2026 hingga 28 Januari 2026 melalui skema swadaya masyarakat dan dana CSR.

"Dari pembicaraan itu akhirnya dibuatlah ring tinju untuk latihan," ujarnya.

Saat ini kawasan Jakarta Timur yang sebelumnya memegang predikat salah satu wilayah dengan tingkat tawuran tertinggi di Jakarta mulai berbenah. Keberadaan ring tinju dan skatepark baru ini diharapkan terus menjadi wadah pembinaan bakat yang berkelanjutan.

"Ini sebagai tempat olahraga bagi warga dengan dibina oleh komunitas tinju yang profesional," kata Munjirin.

Artikel terkait

Rekomendasi