Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat melakukan penertiban kabel udara yang berantakan di sepanjang Jalan Peta Barat, Pegadungan, Kalideres, pada Selasa (5/5/2026) pagi. Dilansir dari Megapolitan, langkah ini bertujuan menata kembali jaringan utilitas kota agar tidak mengganggu estetika dan membahayakan keselamatan publik.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menjelaskan bahwa petugas melakukan pemotongan terhadap kabel milik berbagai operator telekomunikasi yang membentang sepanjang 4 kilometer. Penertiban ini didasarkan pada sejumlah regulasi, termasuk Perda Nomor 8 Tahun 1999 dan Perda Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penempatan Jaringan Utilitas.
"Kegiatan ini adalah penataan utilitas yang ada di wilayah Jakarta Barat. Hari ini dilakukan pemotongan kabel yang semrawut, dan tentunya nanti akan dikembalikan sesuai dengan ketentuan," ujar Iin Mutmainnah, Wali Kota Jakarta Barat.
Kondisi kabel yang menumpuk di lokasi tersebut dinilai memberikan kesan kumuh pada wajah kota. Selain itu, Iin menekankan adanya risiko kecelakaan bagi pengendara maupun potensi pemicu kebakaran akibat kabel yang saling melilit tidak beraturan.
"Selain penataan kawasan, tujuannya juga untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan dari pengguna jalan, baik pengendara maupun pejalan kaki, serta menjaga estetika kota," kata Iin Mutmainnah, Wali Kota Jakarta Barat.
Pemerintah berharap tindakan tegas ini dapat memberikan pemahaman serta efek jera bagi para operator agar lebih patuh dalam memasang infrastruktur mereka. Iin menegaskan bahwa seluruh penyelenggaraan jaringan harus mengikuti standar teknis yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
"Kegiatan ini dalam rangka pelaksanaan Perda. Kita harapkan semua taat kepada ketentuan, dan kita juga ingin jaringan-jaringan utilitas ini tentu harus sesuai dengan ketentuan yang ada," ucap Iin Mutmainnah, Wali Kota Jakarta Barat.
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat, Taufik Hendayana, menambahkan bahwa aksi ini merupakan bagian dari target jangka panjang yang sudah dimulai sejak tahun 2023. Pemerintah menargetkan penataan kabel udara di wilayah Jakarta Barat bisa mencapai 18 kilometer hingga tahun 2027 mendatang.
"Penertiban ini kelanjutan dari kegiatan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2023 lalu. Ditargetkannya, kegiatan penertiban hingga tahun 2027 mendatang mencapai sepanjang 18 kilometer," ungkap Taufik Hendayana, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat.
Taufik menyebutkan bahwa lokasi prioritas dengan tata ruang memadai akan menjadi sasaran penertiban berikutnya pada tahun depan. Saat ini, beberapa titik di Jakarta Barat telah dibersihkan dari kabel semrawut secara bertahap.
"Di Jakarta Barat sudah dilakukan di beberapa tempat. Nanti akan ditindaklanjuti untuk tahun depan pada lokasi-lokasi yang sangat prioritas dengan tata ruang yang memadai," jelas Taufik Hendayana, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat.
Menariknya, program penataan ini tidak menggunakan dana APBD DKI Jakarta karena dilakukan secara mandiri melalui kerja sama dengan 22 operator telekomunikasi. Hal ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam pembenahan infrastruktur kota.
"Ini kegiatan mandiri ya dari Apjatel (Asosiasi Penyelenggara Jasa Telekomunikasi), ada 22 operator. Kita bersinergi tanpa APBD untuk melaksanakan kegiatan penertiban kabel jaringan udara. Jadi tidak ada anggaran yang dikeluarkan oleh DKI," kata Taufik Hendayana, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat.
Meskipun dikerjakan oleh pihak swasta, Bina Marga tetap berperan aktif dalam mengeluarkan rekomendasi teknis. Pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan penempatan kabel, termasuk pemindahan ke bawah tanah, sesuai dengan prosedur keselamatan.
"Kita mengeluarkan rekomendasi teknis. Rekomendasi teknis itu yang harus dipatuhi oleh Apjatel dengan beberapa operator, sehingga semuanya sudah sesuai dengan standar teknis yang kita keluarkan," tutur Taufik Hendayana, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat.
Setelah merampungkan pekerjaan di Jalan Peta Barat, petugas dijadwalkan bergeser ke Jalan Joglo Raya untuk menertibkan kabel sepanjang 1 kilometer. Fokus penataan saat ini adalah jalan-jalan utama sebelum menyasar jalan lingkungan di delapan kecamatan.
"Intinya kita akan prioritaskan jalan-jalan utama dulu, baru nanti masuk ke jalan-jalan lingkungan di delapan kecamatan di Jakarta Barat," tutup Taufik Hendayana, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat.