Fasilitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berlokasi di kawasan Teras Udayana, Kota Mataram, kini dalam kondisi terbengkalai. Seperti dilansir dari Detik Travel, belasan stan dagang di area tersebut mengalami kerusakan dan tidak terawat.
Infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran sebesar Rp 1,6 miliar itu sampai sekarang belum beroperasi secara berkelanjutan. Di lokasi terlihat belasan bangunan berukuran 4x4 meter kosong tanpa penghuni karena ditinggalkan para pemiliknya.
Kondisi lapak-lapak tersebut tampak kotor dan mulai rusak akibat tidak pernah difungsikan, baik oleh pelaku usaha maupun pengunjung.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Irwan Harimansyah, membenarkan bahwa belasan lapak di Teras Udayana belum dioptimalkan oleh pelaku UMKM. Irwan menjelaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram saat ini tengah melakukan penataan ulang di kawasan tersebut.
"Dulu sempat dibuka secara seremonial, tapi sekarang sepi. Sedang kami tata ulang masalah ini," kata Irwan saat dikonfirmasi, Selasa (19/5).
"Kami belum tarik retribusi karena sampai saat ini belum bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin," imbuhnya.
Irwan menyatakan telah memanggil para pedagang yang sempat berjualan di sana saat awal fasilitas diresmikan. Upaya pemanggilan tersebut bertujuan untuk mencari jalan keluar bersama agar pusat kuliner dan kerajinan ini bisa kembali hidup.
"Kami juga akan berkoordinasi dan duduk bersama dengan Dinas Pariwisata, Dishub, dan DLH juga," ungkapnya.
Pihak Dinas Perdagangan sejauh ini belum mengetahui secara pasti penyebab utama para pelaku usaha enggan memanfaatkan fasilitas di Teras Udayana.
Kendati demikian, Irwan menyebut ada aspirasi dari para pedagang yang menginginkan penyelenggaraan acara secara rutin di lokasi tersebut guna mengundang keramaian pembeli.
"Kami kasih waktu tiga bulan untuk berembuk. Mereka minta untuk ada event-event (agar di sana ramai). Untuk event nanti kita akan kerja sama dengan Dispar," pungkasnya.