Kerusakan infrastruktur jalan di kawasan Sukawinatan mulai ditangani oleh Pemerintah Kota Palembang bersamaan dengan penyediaan fasilitas pemantauan lalu lintas secara digital bagi masyarakat pada Mei 2026.
Perbaikan jalan yang retak di Jalan Sukawinatan RT 51 Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang tersebut dilaksanakan oleh petugas Dinas PUPR dengan pendampingan dari pihak kelurahan setempat pada Senin malam, 18 Mei 2026, sekitar pukul 19.00 WIB guna menekan angka kecelakaan.
Dilansir dari paltv.disway.id, langkah cepat penutupan bagian jalan yang retak dan memiliki perbedaan ketinggian itu diambil setelah adanya laporan serta keluhan yang disampaikan oleh warga pengguna jalan.
"Setelah menerima laporan dan keluhan dari warga, pihak Kelurahan Sukajaya langsung berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk segera melakukan perbaikan jalan," ujar Andy Syafrianto, Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Sukajaya.
Proses pengerjaan fisik ini sengaja dilangsungkan pada malam hari agar tidak mengganggu aktivitas transportasi publik dan segera memulihkan keamanan jalur tersebut.
"Perbaikan dilaksanakan pada Senin malam sekitar pukul tujuh malam oleh petugas PUPR bersama pihak kelurahan agar kondisi jalan kembali aman dilalui masyarakat," kata Andy Syafrianto, Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Sukajaya.
Selain pembenahan aspal, pihak kelurahan juga mengupayakan penambahan fasilitas penunjang keselamatan jalan berupa lampu penerangan kepada instansi terkait.
"Untuk penerangan jalan sudah kami ajukan dan saat ini masih menunggu informasi tindak lanjut dari Dinas Perhubungan. Semoga segera ada kabar baik agar penerangan di lokasi juga dapat diperbaiki," ujar Andy Syafrianto, Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Sukajaya.
Melalui perbaikan fasilitas jalan yang mencakup penambalan celah retakan ini, jajaran pemerintah daerah berharap aspek keselamatan berkendara di wilayah tersebut dapat meningkat.
"Harapan kami setelah jalan diperbaiki, pengendara bisa lebih aman saat melintas dan tidak ada lagi korban kecelakaan di lokasi tersebut," tambah Andy Syafrianto, Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Sukajaya.
Langkah taktis dari Dinas PUPR dan kelurahan ini memicu respons positif dari para pengendara maupun warga sekitar yang sehari-hari melintasi area rawan tersebut.
"Kami senang jalan yang sebelumnya retak sekarang sudah diperbaiki. Mudah-mudahan pengendara lebih nyaman saat melintas," kata Hendi, warga RT 51 Kelurahan Sukajaya.
Kendati demikian, realisasi perbaikan jaringan lampu penerangan jalan tetap dinantikan oleh warga demi menjamin keselamatan optimal ketika melintas pada kondisi gelap.
"Kalau lampu jalannya nanti juga diperbaiki tentu akan lebih baik dan pengendara bisa lebih nyaman serta tidak khawatir saat melintas malam hari," kata Hendi, warga RT 51 Kelurahan Sukajaya.
Di sisi lain, integrasi program smart city juga dioptimalkan melalui peluncuran layanan kamera pengawas daring gratis melalui situs resmi cctv.palembang.go.id agar masyarakat dapat memantau titik-titik kepadatan secara seketika.
Dilansir dari SuaraSumsel.id, akses masyarakat terhadap visual jalan raya ini umumnya melonjak saat jam berangkat kerja, cuaca buruk, genangan banjir, hingga momen libur panjang.
Terdapat sepuluh titik kamera pemantau yang paling sering diakses oleh warga karena karakteristik wilayahnya yang dikenal sebagai pusat aktivitas publik maupun area rawan macet.
| Peringkat | Lokasi CCTV | Karakteristik Wilayah |
|---|---|---|
| 1 | Jembatan Ampera | Ikon kota, penghubung Seberang Ulu dan Seberang Ilir, padat pada pagi dan sore hari. |
| 2 | Simpang Charitas | Titik kemacetan tersibuk, lalu lintas selalu ramai saat jam kerja dan akhir pekan. |
| 3 | Bundaran Air Mancur | Pusat kota, ramai saat malam hari dan akhir pekan sebagai tempat berkumpul warga. |
| 4 | Simpang Polda | Sering dipantau saat jam pulang kantor karena kondisi lalu lintas kerap padat merayap. |
| 5 | Kambang Iwak | Lokasi olahraga favorit masyarakat yang cukup ramai pada pagi dan sore hari. |
| 6 | Pasar 16 Ilir | Pusat aktivitas perdagangan dan kawasan pasar tradisional terbesar di Palembang. |
| 7 | Jakabaring | Sering dipantau warga terutama ketika berlangsung acara olahraga atau kegiatan besar. |
| 8 | KM 5 | Persimpangan jalan yang dikenal sebagai salah satu titik lalu lintas terpadat pada jam sibuk. |
| 9 | KM 12 dan Bandara SMB II | Jalur utama yang digunakan warga untuk memantau arus kendaraan menuju bandara udara. |
| 10 | Musi VI | Jembatan penghubung antarwilayah yang menjadi alternatif pantauan kondisi lalu lintas. |
Warga yang hendak memanfaatkan layanan pemantau digital ini hanya perlu membuka halaman utama situs pemerintah daerah dan memilih titik kamera yang diinginkan untuk melihat siaran langsung.