Pemerintah Kota Tangerang memasang kisdam dan bambu di area tanggul yang longsor di Perumahan Duren Village, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, pada Jumat (8/5/2026). Langkah darurat ini dilakukan guna mengantisipasi luapan air Kali Wetan ke permukiman warga saat hujan turun, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Pemasangan material penahan tersebut melibatkan Tim Operasi dan Pemeliharaan (OP) sebagai tindakan awal di lokasi kejadian. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan dua strategi penanganan sekaligus untuk melindungi wilayah warga.
"Tim OP sudah antisipasi awal. Setelah itu kita lakukan dua hal. Pertama antisipasi bila tiba-tiba air naik sehingga di beberapa titik kita pasang kisdam dengan harapan tidak masuk ke wilayah warga bila meluap," ujar Taufik Syahzaeni, Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang.
Selain menahan air, struktur bambu juga ditanam untuk memperkuat fondasi tanggul yang mengalami kerusakan. Upaya ini bertujuan agar titik longsoran tidak semakin meluas akibat gerusan air atau beban tanah.
"Kedua penanganan sementara untuk perkuatan turap dan longsoran," kata Taufik.
Pemerintah daerah sebenarnya telah menyusun rencana perbaikan permanen untuk tanggul di kawasan tersebut pada tahun anggaran 2026. Namun, pengerjaan belum bisa dimulai karena dokumen perencanaan baru saja diselesaikan dan sedang memasuki tahap pengadaan.
"Kalau untuk perbaikannya sebenarnya kita memang sudah merencanakan cuma perencanaannya itu baru selesai," jelas Taufik.
Proyek infrastruktur ini nantinya akan mencakup normalisasi dan perbaikan tanggul di sepanjang aliran Kali Wetan dengan estimasi anggaran mencapai Rp 4,3 miliar. Taufik menyatakan pengerjaan permanen bisa dipercepat tergantung pada durasi proses lelang.
"Nanti kalau misalnya proses pengadaan itu setelah kita hitung bisa dalam waktu lebih cepat gitu ya, kita mungkin langsung permanen," kata Taufik.
Taufik menambahkan bahwa langkah sementara akan tetap dipertahankan jika proses administrasi masih membutuhkan waktu tambahan.
"Tapi kalau misalnya emang masih butuh beberapa waktu ya kita akan tanganin sementara gitu dengan kisdam," sambung Taufik.
Kondisi infrastruktur yang rusak ini telah menjadi perhatian warga setempat sejak awal tahun. Ketua RT 07 RW 02 Pedurenan, Danang, mengungkapkan bahwa abrasi di dasar tanggul sudah dilaporkan sejak Januari 2026 sebelum akhirnya struktur tersebut ambrol total.
"Itu menyebabkan tanggul menggantung karena penopangnya terkikis," kata Danang.
Kerusakan tersebut memicu kekhawatiran warga mengingat kawasan Duren Village memiliki riwayat sebagai lokasi rawan banjir. Danang mendesak pemerintah agar proses perbaikan segera dilakukan tanpa menunda waktu lebih lama.
"Harapannya segera bisa dipercepat karena mengingat banjir sekarang tuh enggak bisa diprediksi, suatu saat hujan langsung banjir gitu kan," ucap Danang.