Pemerintah Kota Tangerang Selatan memberikan pendampingan psikologis kepada siswi yang menjadi korban dalam kasus dugaan child grooming di SMK Letris Indonesia 2 Pamulang pada Selasa (19/5/2026), dilansir dari Megapolitan.
Langkah perlindungan tersebut diambil melalui instruksi langsung jajaran pimpinan daerah kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Tangerang Selatan.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menjelaskan bahwa instruksi penanganan ini sudah didelegasikan bersama Wali Kota kepada dinas terkait.
"Terkait masalah Letris, saya beberapa waktu lalu bersama Pak Wali sudah menginstruksikan kepada Dinas Perlindungan Anak dan juga Pemberdayaan Perempuan untuk melakukan pendampingan untuk kasus ini," ujar Pilar.
Pihak kepolisian dari Polres Tangerang Selatan dan Polda Metro Jaya saat ini masih melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap perkara tersebut.
"Kami belum tahu hasil dari pendalaman itu karena memanggil pihak-pihak terkait," kata Pilar.
Pemerintah daerah kini memprioritaskan pemulihan kondisi psikis korban dan mengimbau tenaga pendidik untuk tetap menjaga batas etika profesi.
"Saya yakin setiap guru punya tujuan yang baik kepada anak-anak didik, tapi tentu ada batasannya. Ada batasan-batasan yang harus ditaati, yang harus dimengerti, bahwa batasan moral dan etika itu secara keprofesian harus dilakukan," ucap Pilar.
Kasus ini mencuat setelah foto dan video kedekatan mantan kepala sekolah berinisial AMA dengan siswi berinisial S tersebar dari saluran WhatsApp tertutup ke berbagai platform media sosial pada Rabu (13/5/2026).
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Letris 2 Pamulang Firdaus Shaugie mengonfirmasi bahwa materi yang viral tersebut awalnya berasal dari saluran pribadi sang siswi.
"Kontennya itu sebenarnya berasal dari saluran WhatsApp anak ini sendiri," kata Firdaus.
Manajemen sekolah menyatakan telah mengantisipasi hal tersebut dengan memberikan peringatan dini terkait batasan hubungan kerja kepada pihak terlibat.
"Kita sudah sampaikan ke wali kelasnya, kepala sekolah juga sudah kita sampaikan bahwa harus menjaga profesionalitas," ujar Firdaus.