Pemkot Tangsel Lunasi Sisa Biaya Rumah Sakit Korban Penusukan

Pemkot Tangsel Lunasi Sisa Biaya Rumah Sakit Korban Penusukan

Pemerintah Kota Tangerang Selatan berupaya memfasilitasi pelunasan sisa tunggakan biaya pengobatan korban penusukan di Pondok Aren, Yani (60), yang mencapai Rp 16,2 juta pada Sabtu (16/5/2026).

Langkah penanganan ini dilakukan melalui koordinasi intensif bersama Badan Amil Zakat Nasional Kota Tangerang Selatan, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan, Heli Slamet menyatakan bahwa jajarannya bergerak cepat dengan menerjunkan tim peninjau untuk memantau kondisi di kediaman korban.

"Untuk hari ini tim saya sudah turun. Udah turun ya ke lapangan, ke rumahnya, udah mendatangi rumahnya," kata Heli.

Selain mengupayakan penyelesaian administrasi rumah sakit, jajaran pemerintah daerah setempat juga menyalurkan bantuan logistik kedaruratan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga korban.

"Jadi bentuknya ya adalah yang pertama pemberian sembako sudah. Kemudian peralatan mandi dan juga terkait dengan pakaian satu paket," ujar Heli.

Otoritas terkait saat ini memprioritaskan penyelesaian sengketa pembiayaan fasilitas kesehatan tersebut agar beban keluarga dapat segera tuntas.

"Nah ini terkait dengan hal lain, yaitu misalnya terkait biaya rumah sakit ya, ini kami lagi koordinasi dengan Baznas Tangsel untuk tindak lanjut," katanya.

Pemerintah daerah menyatakan komitmen penuh dan rasa optimisme bahwa kekurangan dana penanganan medis tersebut dapat diselesaikan lewat skema kemitraan yang ada.

"Insyaallah akan kita cover. Dari ini lagi komunikasi dengan Baznas karena kalau terkait dengan hal-hal seperti ini memang kita komunikasinya dengan Baznas ya," ucap Heli.

Pihak kedinasan memproyeksikan seluruh proses administrasi penjaminan biaya ini akan selesai diproses dalam hitungan hari.

"Insyaallah itu bisa kami ikhtiarkan, mungkin mudah-mudahan Senin bisa selesailah untuk rumah sakitnya ya," tambahnya.

Sebelum adanya intervensi dari pemerintah, Yani sempat tertahan di fasilitas kesehatan lantaran pihak keluarga mengalami kendala finansial untuk melunasi sisa tagihan.

Anak korban, Riko (29), memaparkan bahwa total biaya pelayanan medis ibunya menyentuh angka Rp 43,3 juta, namun sebagian nominal tersebut telah diselesaikan melalui bantuan pihak lain.

"Saya minta kebijakan dari RS untuk bisa diangsur pembayarannya. Kekurangan sekitar Rp 16,2 juta," kata Riko.

Guna menutup kekurangan tersebut, Riko kini berupaya mengumpulkan dana secara mandiri melalui pekerjaan sampingan sebagai pengemudi ojek online.

Artikel terkait

Rekomendasi