Pemprov DKI Jakarta Uji Coba Car Free Day Jalan Rasuna Said

Pemprov DKI Jakarta Uji Coba Car Free Day Jalan Rasuna Said

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menetapkan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, sebagai lokasi baru pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) pada Minggu (10/5/2026). Langkah ini diambil sebagai bagian dari transformasi kawasan bisnis tersebut untuk memprioritaskan aksesibilitas bagi pejalan kaki dan pesepeda bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-499 Jakarta.

Kawasan yang biasanya padat kendaraan ini berubah menjadi ruang publik aktif bagi warga untuk berolahraga, sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Sejumlah pengunjung menilai pembagian lokasi ini memberikan alternatif baru sehingga konsentrasi massa tidak hanya tertumpu di kawasan Bundaran HI.

Wulan, salah satu warga yang tinggal di kawasan Kuningan, memberikan tanggapan positif atas inisiatif pemerintah tersebut. Menurutnya, lokasi baru ini mempermudah akses bagi masyarakat di sekitar Jakarta Selatan.

"Sangat positif sih. Biasanya kalau CFD kan harus ke Bundaran HI, itu akses ke sananya lumayan jauh, harus naik MRT atau TJ (TransJakarta). Pulangnya juga sering macet," ujar Wulan kepada detikTravel.

Senada dengan rekannya, Nadia menganggap pemecahan titik lokasi CFD akan meningkatkan efisiensi dan kenyamanan bagi para pengunjung.

"Kalau di-split jadi dua lokasi (Bundaran HI dan Rasuna Said), kayaknya lebih efisien. Jadi di Bundaran HI juga nggak begitu macet. Semuanya bisa sehat dan nggak macet," tambah Nadia.

Nadia juga memberikan masukan terkait ketersediaan fasilitas publik di sepanjang jalur Rasuna Said agar pengalaman warga semakin maksimal.

"Berkaca di Bundaran HI, agak lumayan susah cari tempat sampah. Mungkin di sini nanti bisa dibanyakin lagi spot-nya," kata Nadia.

Selain kenyamanan akses, perubahan fisik infrastruktur di Jalan Rasuna Said turut menjadi sorotan. Dito, seorang pengunjung asal Jawa Timur, merasa terkesan dengan hilangnya hambatan visual di tengah jalan yang membuat area tersebut terasa lebih terbuka.

"Pastinya aku terkesan banget. Rasuna Said sudah mulai berbenah, berubah dari yang dulu banyak tiang pancang monorel, sekarang tadi aku jalan dari pucuk ke pucuk itu rasanya lega banget," ungkap Dito.

Dito menambahkan bahwa transformasi ini memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang ramah bagi para pejalan kaki.

"Lebih kelihatan open space, ramah banget untuk pejalan kaki pastinya. Rasuna Said sangat mendukung sebagai walkable city di Jakarta," kata dia.

Meski mengapresiasi perubahan tersebut, Dito memberikan catatan mengenai kondisi aspal jalan yang dinilai belum sepenuhnya rampung secara menyeluruh.

"Saran aku mungkin dari pengaspalannya, kan belum 100 persen. Kalau sudah tuntas dan trotoarnya lebih layak lagi, ini bakal makin keren," kata Dito.

Pelaksanaan CFD perdana ini juga mendapatkan respons dari masyarakat terkait akses rumah ibadah, mengingat beberapa gereja berada di sekitar area penutupan jalan. Menanggapi hal tersebut, Pramono Anung menyatakan pihaknya sedang menggodok skema khusus untuk durasi pelaksanaan di kawasan Kuningan.

"Tetapi yang untuk Sudirman-Thamrin kami akan mulai 05.30, selesai apakah jam 10.00 atau 09.30 nanti segera kami putuskan sebelum tanggal 1 Juni ini," kata Pramono dikutip dari detikNews.

Pramono memastikan bahwa aturan operasional di Rasuna Said akan disesuaikan agar tetap menghormati aktivitas ibadah warga pada Minggu pagi.

"Tetapi khusus untuk Rasuna Said tentunya saya mempertimbangkan masukan saran dari masyarakat yang akan beribadah pada hari itu. Dan pasti nanti berbeda dengan di Sudirman-Thamrin," kata Pramono.

Penerapan CFD di Jalan Rasuna Said dijadwalkan berjalan efektif secara rutin mulai 1 Juni 2026. Kegiatan ini direncanakan berlangsung mulai pukul 05.30 hingga 10.00 WIB sebagai bagian dari visi menjadikan Jakarta sebagai Ikon Jakarta Global.

Artikel terkait

Rekomendasi