Pemprov DKI Rekayasa Lalu Lintas di Lenteng Agung Akibat Jalan Ambles

Pemprov DKI Rekayasa Lalu Lintas di Lenteng Agung Akibat Jalan Ambles

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, menyusul amblesnya jalan sepanjang 16 meter yang memicu kemacetan parah ke arah Depok sejak Jumat pagi (29/5/2026).

Kapasitas jalan di dekat Gang Empang depan Bengkel Alpino Knalpot tersebut berkurang drastis karena dua lajur tidak dapat digunakan, sebagaimana dilansir dari Otomotif. Kerusakan jalan yang terjadi bertahap sejak Rabu (27/5) ini diduga dipicu oleh gangguan saluran air di bawah badan jalan.

Pihak otoritas langsung menerjunkan petugas dan merancang pengalihan arus guna menekan kepadatan kendaraan sekaligus memulihkan akses utama penunjang mobilitas masyarakat tersebut.

"Kami memahami aktivitas masyarakat terganggu akibat kondisi jalan amblas ini. Untuk itu, pengaturan lalu lintas dan pengalihan arus segera dilakukan untuk mengurangi kepadatan sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," kata Ujang Hermawan, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Ujang Hermawan menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama, sementara Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan telah melakukan penanganan awal menggunakan material coldmix dan berkoordinasi dengan Suku Dinas Sumber Daya Air.

"Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi dan sebisa mungkin menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan," ujar Ujang Hermawan, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Melalui koordinasi tersebut, investigasi mendalam terus berjalan guna menelusuri kerusakan struktur jalan secara menyeluruh agar langkah perbaikan permanen bisa segera dieksekusi.

"Suku Dinas Bina Marga juga sudah berkoordinasi dengan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan untuk menelusuri penyebab kerusakan. Berdasarkan dugaan awal, amblesnya jalan dipicu oleh gangguan pada saluran air yang berada di bawah badan jalan," ucap Ujang Hermawan, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Untuk mempercepat normalisasi arus kendaraan di kawasan terdampak, Pemprov DKI Jakarta mengintensifkan pengerjaan di lapangan dengan dukungan puluhan personel penanganan.

"Saat ini kami mengoptimalkan 20 petugas di lapangan untuk mengurai kemacetan selama proses penanganan berlangsung," kata Ujang Hermawan, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Berdasarkan skema Dishub, kendaraan roda dua diarahkan ke lajur paling kanan atau dialihkan secara situasional melalui rute Jalan Gardu, Jalan H. Shibi IV, Jalan H. Shibi II, dan Jalan H. Shibi menuju Jalan Akses UI.

Sementara itu, kendaraan roda empat tujuan UI dan Depok diarahkan putar balik di Perlintasan Kereta Api Universitas Pancasila (JPL 23) untuk melewati Jalan Lenteng Agung Barat, Jalan Kahfi II, dan Jalan Tanah Baru.

Bagi kendaraan roda empat bertonase besar, petugas melarang pelintasan di lokasi dan mengalihkan arus sejak Simpang Jalan TB Simatupang menuju ke arah barat via Tol Depok-Antasari atau ke arah timur melalui Jalan Raya Bogor dan Tol Jagorawi.

Artikel terkait

Rekomendasi