Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan pemberlakuan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, secara efektif mulai 1 Juni 2026. Keputusan ini diambil setelah pelaksanaan perdana pada Minggu (10/5/2026) mendapat antusiasme tinggi dari warga sebagai alternatif lokasi olahraga selain kawasan Sudirman-Thamrin.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa jadwal operasional kawasan bebas kendaraan di Rasuna Said akan mengikuti standar yang sudah ada sebelumnya. Hal tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri pencanangan HUT ke-499 Jakarta di lokasi tersebut sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
"Dan tadi teman-teman pasti juga sempat melihat bahwa suasana car free day yang kita adakan di tempat ini, yang dimulai dari jam 05.30 sama dengan di Sudirman-Thamrin, nantinya secara efektif akan kami lakukan per 1 Juni," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Pramono menjelaskan bahwa pemilihan lokasi ini merupakan respons atas banyaknya masukan dari masyarakat yang menginginkan titik baru untuk berkegiatan di hari Minggu pagi. Ia pun sempat mencoba jalur tersebut dengan berjalan kaki untuk memantau situasi lapangan secara langsung.
"Kenapa ini diadakan? Karena memang permintaan publik yang luar biasa dan tadi saya juga surprise, kaget, baru hari pertama untuk car free day ternyata dari pagi, kebetulan saya tadi juga sudah jalan kaki, berjalan dengan baik dan masyarakat sangat antusias," ujarnya Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Dukungan terhadap kebijakan ini juga datang dari para pengunjung yang hadir pada hari pertama pembukaan jalur tersebut. Nini, seorang warga Tangerang Selatan berusia 47 tahun, melihat lokasi baru ini sebagai pilihan segar bagi warga yang ingin menghindari keramaian rutin di pusat kota.
"CFD di HI udah lumayan lama jadi mungkin coba lokasi baru enggak ada salahnya," tutur Nini, Warga.
Senada dengan Nini, Ben yang berusia 30 tahun mengungkapkan bahwa variasi lokasi sangat dibutuhkan. Menurutnya, kejenuhan warga terhadap rute lama menjadi salah satu alasan mengapa titik di Jakarta Selatan ini akan diminati.
"Ya kan ada juga yang udah males ke CFD di Bunderan HI. Soalnya juga ada yang merasa bosan kan," ungkap Ben, Warga.
Sementara itu, Faisal yang merupakan pengunjung berusia 25 tahun menyoroti aspek kenyamanan saat berolahraga di lokasi yang lebih lowong. Meskipun ia menyadari bahwa lebar jalan di Rasuna Said tidak seluas jalur utama di Jakarta Pusat, keberadaan CFD tambahan dianggap mampu memecah konsentrasi massa.
"Di sana (Sudirman-Thamrin) kadang penuh banget juga jadi kalau ada orang mau sepedaan jadi agak sulit," ungkap Faisal, Warga.
Faisal berharap dengan adanya pilihan tempat yang berbeda, masyarakat tidak lagi hanya menumpuk di satu area saja demi kenyamanan bersama saat beraktivitas pagi.
"Emang sih di sini (CFD Rasuna Said) enggak seluas CFD di HI. Tapi seenggaknya orang jadi engga cuma kekumpul di satu lokasi aja," imbuh Faisal, Warga.