Pemprov DKI Jakarta Tiadakan Sementara CFD Rasuna Said

Pemprov DKI Jakarta Tiadakan Sementara CFD Rasuna Said

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan sementara pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, pada Minggu, 16 Mei 2026. Langkah penundaan ini diambil demi mengevaluasi sejumlah fasilitas pendukung dan pengaturan aktivitas masyarakat di sepanjang koridor tersebut.

Penghentian sementara kegiatan yang juga dikenal sebagai Car Free Day ini dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, dilansir dari Kompas. Menurut penjelasannya pada Sabtu, 16 Mei 2026, agenda evaluasi dipicu oleh sejumlah catatan dari pelaksanaan kegiatan pada 10 Mei lalu.

Beberapa masalah utama meliputi ketiadaan titik putar di sisi timur dan barat koridor, belum adanya pembatas jalur Transjakarta, hingga maraknya parkir liar. Selain itu, penataan UMKM yang meluas ke badan jalan, proyek jalan di rute alternatif yang memicu kemacetan, perbedaan ketinggian jalan pascabongkar tiang monorel, serta penumpukan warga di kawasan Plaza Festival menjadi fokus perbaikan.

Pihak Dinas Perhubungan memastikan akan menyelesaikan seluruh kendala tersebut bersama tim kerja lintas perangkat daerah. Pemprov DKI Jakarta saat ini juga sedang menyusun payung hukum baru untuk mendasari pelaksanaan kegiatan di jalur tersebut.

“Perbaikan fasilitas pendukung dan pengaturan kegiatan masyarakat akan dilakukan agar pelaksanaan HBKB di Rasuna Said berlangsung lebih aman, nyaman, dan tertib,” jelas Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Meskipun menghadapi sejumlah kendala operasional, Syafrin Liputo menambahkan bahwa kawasan olahraga rute Kuningan ini terbukti membawa dampak positif bagi publik. Kehadiran ruang rekreasi baru tersebut dinilai efektif meningkatkan kualitas udara di sekitar lokasi.

“HBKB di Jalan HR Rasuna Said menambah alternatif ruang olahraga dan ruang publik bagi masyarakat,” tutur Syafrin Liputo.

Evaluasi lingkungan yang dilakukan oleh dinas terkait menunjukkan adanya penurunan tingkat polusi selama masa pembatasan kendaraan. Berdasarkan alat ukur di lapangan, indeks kebersihan udara terpantau jauh lebih baik daripada kondisi pada hari kerja.

“Hasil pengukuran kualitas udara di sekitar lokasi saat pelaksanaan HBKB juga tercatat lebih baik dibandingkan hari kerja,” lanjut Syafrin Liputo.

Pembukaan jalur baru di Kuningan ini juga berdampak langsung pada penurunan kepadatan massa di lokasi lain. Konsentrasi masyarakat yang biasanya terpusat di sepanjang jalur utama ibu kota kini mulai terbagi ke beberapa titik.

Data dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta menunjukkan jumlah pengunjung di koridor Jalan Jenderal Sudirman hingga MH Thamrin merosot dari 29.256 orang pada 3 Mei 2026 menjadi 13.759 orang pada 10 Mei 2026, atau berkurang sekitar 52,97 persen.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa HBKB di HR Rasuna Said dapat memecah konsentrasi penumpukan masyarakat di Sudirman-Thamrin sehingga aktivitas warga lebih tersebar,” kata Syafrin Liputo.

Setelah seluruh proses evaluasi dan perbaikan fasilitas penunjang selesai dilakukan, aktivitas olahraga di kawasan ini akan digulirkan kembali. Pemerintah menjadwalkan program ini kembali berjalan pada Juni 2026, setiap hari Minggu mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB.

Artikel terkait

Rekomendasi