Pemprov Jakarta Edukasi 2.000 Pelajar Tekan Angka Kecelakaan Jalan

Pemprov Jakarta Edukasi 2.000 Pelajar Tekan Angka Kecelakaan Jalan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Jakarta Road Safety Festival 2026 di Ecovention Hall, Ancol, Jakarta Utara pada Selasa (12/5/2026) untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Kegiatan edukasi ini melibatkan 2.000 pelajar SMP dan SMA guna merespons tingginya fatalitas jalan raya yang rata-rata mencapai 14 korban setiap harinya.

Data fatalitas tersebut menjadi landasan bagi Dinas Perhubungan DKI Jakarta dalam memperkuat kesadaran berkendara di kalangan usia muda. Dilansir dari Megapolitan, Jakarta saat ini tercatat menempati peringkat ke-71 dalam daftar Kota Global dan menjadi kota teraman kedua di wilayah Asia Tenggara setelah Singapura.

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan dibandingkan kecepatan saat berada di jalan raya bagi para pengguna kendaraan.

"Berkendara bukan soal siapa yang lebih cepat, tetapi soal keselamatan," ujar Suharini Eliawati, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta.

Suharini juga memaparkan pencapaian infrastruktur transportasi Jakarta yang kini berada di posisi ke-17 dunia sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan publik.

"Jakarta menempati peringkat ke-71 Kota Global, naik dari posisi sebelumnya di peringkat ke-74. Infrastruktur transportasi Jakarta juga berada di peringkat ke-17 dunia dan dinobatkan sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara setelah Singapura," kata Suharini Eliawati.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan, menjelaskan bahwa pemberian edukasi dini sangat krusial bagi pelajar agar mereka benar-benar memahami risiko kecelakaan di jalan raya.

“Kami memfokuskan edukasi kepada pelajar agar mereka memiliki pemahaman yang kuat sejak di bangku sekolah,” kata Ujang Harmawan, Plh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Selain materi teori, ribuan siswa diperkenalkan pada ekosistem transportasi modern seperti MRT, LRT, dan Transjakarta melalui pameran teknis dan etika berlalu lintas.

“Semoga melalui kegiatan ini dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan remaja sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik yang aman dan terintegrasi,” ujar Ujang Harmawan.

Berdasarkan data Korlantas Polri dan PT Jasa Raharja, angka kematian akibat kecelakaan secara nasional telah melampaui 100 orang per hari dengan 75 persen melibatkan sepeda motor. Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menyebut kelompok usia produktif menjadi korban yang paling mendominasi.

“Kelompok usia 11 hingga 55 tahun mendominasi korban, atau lebih dari 70 persen,” kata Djoko Setijowarno, Dewan Penasihat MTI.

Djoko menambahkan bahwa faktor manusia, termasuk kurangnya kemampuan dan perilaku berisiko, menyumbang 61 persen penyebab kecelakaan, diikuti faktor lingkungan 30 persen dan teknis kendaraan 9 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi