Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini tengah mentransformasi kawasan kolong flyover Pasar Rebo, Kecamatan Ciracas, menjadi ruang publik produktif yang dilengkapi fasilitas skatepark serta sasana tinju. Area yang sebelumnya kumuh tersebut dijadwalkan akan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta pada Selasa, 12 Mei 2026, sebagai bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-499 DKI Jakarta.
Dilansir dari Megapolitan, progres pengerjaan fisik di lokasi tersebut kini telah menyentuh angka 40 hingga 45 persen dengan tenggat penyelesaian pada 11 Mei 2026. Penataan ini melibatkan kolaborasi berbagai instansi, mulai dari personel PPSU untuk pembuatan mural hingga perbaikan infrastruktur oleh Sudin Bina Marga dan Sudin SDA.
Lurah Susukan Puja Akbar Sahroni menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mempercantik estetika kawasan melalui seni visual. Upaya pembersihan dan pengecatan dilakukan secara intensif agar wajah kolong jembatan tidak lagi terlihat kusam bagi warga yang melintas.
"Semua PPSU di Kecamatan Ciracas ikut membantu. Masing-masing sekitar lima sampai sepuluh personel untuk pengecatan dan mural," ucap Puja, Kamis (7/5/2026), dikutip dari Antara.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menegaskan bahwa pembangunan sasana tinju di lokasi tersebut memiliki tujuan sosial yang spesifik bagi generasi muda. Penataan ini diharapkan mampu mengalihkan perilaku negatif menjadi prestasi di bidang olahraga.
"Kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi arena tinju yang diharapkan menjadi tempat bagi anak-anak dan remaja menyalurkan bakat sekaligus energi mereka ke arah positif dibandingkan tawuran," katanya.
Camat Ciracas Panangaran Ritonga menambahkan bahwa penyediaan fasilitas olahraga ini merupakan langkah preventif dalam menekan angka kriminalitas jalanan. Area tersebut diproyeksikan menjadi pusat aktivitas warga untuk menyalurkan hobi dengan cara yang lebih terorganisir.
"Daripada tawuran, lebih baik energi mereka disalurkan di arena olahraga. Jadi area ini menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk menikmati fasilitas sekaligus menyalurkan hobi dan bakatnya," jelas Ritonga.
Lebih lanjut, Ritonga menekankan pentingnya aspek manajerial agar sarana yang sudah dibangun tidak kembali terbengkalai. Pemerintah wilayah berencana melibatkan struktur masyarakat lokal dalam pengawasan operasional fasilitas tersebut.
"Kita akan kukuhkan kepengurusannya supaya keberlanjutan pengelolaan sarana prasarana ini lebih terjamin. Jadi tidak siapa saja bebas bermain, tetapi ada pengelola yang mengatur jadwal bertanding maupun olahraga," kata Ritonga.
Inisiatif pemanfaatan lahan di bawah jalan layang ini merupakan realisasi dari instruksi strategis Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pada awal tahun lalu, gubernur meminta agar lahan-lahan kosong di bawah infrastruktur jalan tol maupun flyover dioptimalkan demi menambah ruang publik bagi masyarakat.
“Saya juga meminta kepada dinas terkait, Dinas Pertamanan dan juga para Wali Kota, harus ada happening-nya. Bahkan kalau perlu di bawah jalan tol layang begini kita buatkanlah sarung tinju, orang untuk latihan bertinju, skateboard, dan sebagainya,” ujar Pramono pada Januari 2025.
Sebelum dilakukan penataan, lahan di kolong flyover Pasar Rebo tersebut kerap menjadi lokasi transit bagi sopir angkutan kota dan tempat berkumpul penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Kehadiran pengelola resmi nantinya diharapkan dapat menjaga ketertiban serta memastikan keamanan bagi seluruh pengguna fasilitas olahraga tersebut.