Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penataan ulang besar-besaran di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, untuk mentransformasi koridor bisnis tersebut menjadi ikon baru kota pada Minggu, 10 Mei 2026. Proyek ini dijalankan setelah otoritas setempat berhasil membersihkan ratusan tiang beton proyek monorel yang telah mangkrak selama hampir dua dekade.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa perbaikan infrastruktur ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih teratur bagi publik, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Langkah tersebut diambil guna menghapus citra buruk kawasan yang selama bertahun-tahun identik dengan proyek transportasi yang terbengkalai.
"Kami ingin memperlihatkan kepada publik bahwa Jakarta sedang berbenah untuk mempunyai ikon baru di jalan ini," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Pemerintah daerah merancang penataan ini dengan mengambil inspirasi dari semangat perjuangan Hajjah Rangkayo Rasuna Said. Beliau merupakan pahlawan nasional perempuan asal Sumatera Barat yang namanya disematkan pada jalan sepanjang 4,9 kilometer tersebut sejak mulai dibangun pada 1973.
"Sekaligus ini terinspirasi dari sosok Hajjah Rangkayo Rasuna Said, tokoh Padang pahlawan nasional kita. Saya berharap agar jalan ini nantinya menjadi ikon baru Jakarta," ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Transformasi fisik kawasan ini meliputi pembangunan fasilitas pedestrian, perbaikan sistem drainase, serta penambahan ruang terbuka hijau di sepanjang koridor Setiabudi hingga Mampang Prapatan. Area ini sebelumnya menjadi saksi bisu kegagalan proyek monorel yang dimulai sejak era Gubernur Sutiyoso pada 2004 namun terhenti total pada 2008.
Pramono mengonfirmasi bahwa seluruh struktur beton yang menghalangi keindahan jalan telah berhasil dipindahkan. Proses pembersihan dilakukan secara bertahap pada waktu malam guna menghindari kemacetan di salah satu jalur tersibuk Jakarta tersebut.
"Monorel yang berjumlah 109, per hari Sabtu kemarin semuanya sudah terpotong dan dirapikan," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Setelah pembersihan tiang tuntas, fokus pengerjaan kini beralih pada estetika dan fungsi sosial jalan. Penataan ini juga akan mengintegrasikan akses masyarakat menuju tiga stasiun LRT Jabodebek yang berada di koridor tersebut, yakni Stasiun Setiabudi, Rasuna Said, dan Kuningan.
"Kita akan memulai untuk pembangunan tadi, mulai untuk pedestrian, selokan, taman, dan sebagainya," ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Pemerintah menargetkan seluruh proses revitalisasi ini rampung pada pertengahan tahun ini. Target penyelesaian disesuaikan dengan momentum peringatan hari jadi kota agar wajah baru kawasan bisnis tersebut dapat dinikmati sepenuhnya oleh warga pejalan kaki dan pengguna transportasi umum.
"Sampai dengan mudah-mudahan bulan Juni tanggal 22 Juni, itu pas 499 tahun Jakarta sudah selesai semuanya. Wajah Rasuna Said sudah berbeda," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.