Pencari Kerja Minta Perusahaan dan Lowongan Jakarta Job Fair Ditambah

Pencari Kerja Minta Perusahaan dan Lowongan Jakarta Job Fair Ditambah

Sejumlah pencari kerja memadati kawasan Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU) untuk menghadiri acara Jakarta Job Fair pada Selasa (19/5/2026). Para pelamar berharap jumlah lowongan kerja serta variasi sektor perusahaan peserta dapat ditingkatkan demi menyeimbangkan tingginya angka pencari kerja.

Pengunjung bursa kerja tersebut langsung diarahkan menuju Gedung Olahraga yang menjadi lokasi utama acara, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Sebelum memasuki area hall yang dipenuhi puluhan stan perusahaan, para pelamar harus melakukan registrasi terlebih dahulu di bawah tenda petugas.

Kondisi di dalam lokasi acara dilaporkan sangat ramai dengan kehadiran para perekrut yang bersiaga di stan masing-masing. Namun, ketersediaan lowongan saat ini dinilai belum sebanding dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang mencari pekerjaan.

"Kalau saya berharap justru diperbanyak (lowongan), karena kan di Indonesia ini pertumbuhan penduduk enggak sebanding dengan jumlah lowongan," kata Parik Irawan (46), salah satu pencari kerja di lokasi.

Parik menambahkan bahwa situasi persaingan dunia kerja saat ini terasa semakin ketat. Menurutnya, pihak perusahaan kini menetapkan standar yang lebih tinggi dengan mengutamakan para pelamar yang memiliki keahlian khusus.

"Sekarang soalnya benar-benar mengandalkan skill juga," ujar Parik.

Harapan senada juga disampaikan oleh pelamar lain yang menginginkan adanya perluasan sektor industri pada penyelenggaraan bursa kerja berikutnya. Saat ini, pilihan pekerjaan yang tersedia dianggap masih terlalu didominasi oleh bidang penjualan dan pemasaran.

"Kalau ada job fair berikutnya lagi ya beberapa perusahaan dikembangin lagi ke sektor-sektor yang untuk pabrik atau pertanian. Kalau dari saya sendiri pribadi pengennya sih ada tambang juga," ucap Along Galang Lumbantoruan (25), pencari kerja lainnya.

Selain mengenai variasi industri, Along juga menyoroti mekanisme rekrutmen terintegrasi yang diterapkan oleh para panitia di lokasi. Ia menginginkan agar tahapan wawancara langsung bisa berjalan lebih efektif dan mendalam tanpa sekadar pengenalan profil korporasi.

"Kalau bisa memang walk in interview-nya ya langsung tes wawancara aja," ucap Along.

Kebutuhan akan lapangan kerja yang dekat dengan domisili juga menjadi alasan utama bagi sebagian pelamar yang hadir. Beberapa pencari kerja bahkan rela datang sejak pagi hari demi mengincar sektor spesifik seperti industri makanan dan minuman.

"Iya, dari Jakarta Pusat, Kemayoran. Berdua sama temen," kata Irfan (25), seorang pelamar yang sudah tiba di lokasi sejak pukul 07.00 WIB.

Irfan mengaku sengaja mengincar peluang karier baru setelah berpindah tempat tinggal. Pengalaman kerja yang telah ia miliki sebelumnya menjadi modal utama untuk mencari posisi serupa di wilayah yang lebih terjangkau dari rumahnya.

"Saya udah pernah pengalaman kerja. Saya kan kebetulan ikut keluarga F&B-nya, terus kan kemarin itu di Jakarta Selatan, karena saya ini pindah ke Kemayoran, jadi saya nyari yang lebih deket aja," tutur Irfan.

Artikel terkait

Rekomendasi