Purbaya Yudhi Sadewa Copot Dirjen Anggaran Akibat Pengadaan Motor BGN

Purbaya Yudhi Sadewa Copot Dirjen Anggaran Akibat Pengadaan Motor BGN

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencopot Luky Alfirman dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran pada Senin, 11 Mei 2026, setelah sistem anggaran meloloskan pengadaan 25 ribu unit motor listrik untuk Badan Gizi Nasional. Dilansir dari Suara, keputusan ini diambil menyusul adanya celah keamanan pada perangkat lunak Direktorat Jenderal Anggaran yang menyebabkan belanja tersebut tetap terbit meski sebelumnya telah ditolak.

Pencopotan Luky Alfirman ini sejatinya telah dilakukan sejak April lalu bersamaan dengan pencopotan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu. Purbaya mengonfirmasi langkah tegas tersebut sebagai respons atas ketidaksengajaan sistem yang meloloskan anggaran pengadaan kendaraan operasional dalam jumlah besar tersebut.

"Mungkin anda tebak saja sendiri," kata Purbaya, Menteri Keuangan.

Purbaya menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebenarnya sudah sempat tidak disetujui. Namun, kesalahan teknis pada sistem internal membuat alokasi dana tersebut tetap keluar dari pengawasan resmi.

"Itu software dari ditjen anggaran, itu sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan kayak kemarin tuh. Ya kan? Kan kebobolan kan, tahun lalu. Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi sudah saya tolak," katanya, Purbaya Yudhi Sadewa.

Bendahara Negara menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan belanja kementerian dan lembaga agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Perbaikan sistem teknologi informasi menjadi prioritas utama guna menutup celah manipulasi atau kelalaian administratif.

"Rupanya ada kebocoran dari cara melewati itu sehingga softwarenya, sehingga sempat keluar. Sekarang sudah kita perbaiki dan hal seperti itu akan kita semaksimal mungkin," jelas Purbaya, Menteri Keuangan.

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional tetap menjalankan rencana pengadaan motor listrik untuk menunjang mobilitas operasional program unggulan mereka. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyebutkan bahwa ribuan unit kendaraan tersebut memang dibutuhkan untuk petugas di lapangan.

"Pengadaan motor listrik ini sudah direncanakan dalam anggaran tahun 2025 sebagai bagian dari dukungan operasional Program MBG, khususnya untuk menunjang mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi," kata Dadan, Kepala BGN.

Dadan menambahkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah merealisasikan pengadaan sebanyak 21.801 unit motor listrik. Jumlah tersebut merupakan bagian dari target total sebesar 25.644 unit yang dialokasikan untuk mendukung kelancaran distribusi gizi secara nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi