Pencuri Gasak 46 Lampu Jalan di Jalur BKT Cakung

Pencuri Gasak 46 Lampu Jalan di Jalur BKT Cakung

Aksi pencurian fasilitas publik menyebabkan 46 unit penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jalan Inspeksi Banjir Kanal Timur (BKT), Cakung, Jakarta Timur, padam total. Peristiwa yang dilaporkan pada Jumat (8/4/2026) ini mengakibatkan kondisi jalan menjadi gelap dan membahayakan para pengendara yang melintas.

Berdasarkan data yang dilansir dari Megapolitan, titik kerusakan tersebar di dua wilayah utama. Sebanyak 40 unit PJU yang hilang berada di Kelurahan Ujung Menteng, sementara enam unit lainnya beserta tiangnya raib di area Kelurahan Pulo Gebang.

Pihak berwenang melalui akun media sosial resmi menjelaskan bahwa selain unit lampu, kabel penghubung juga turut digasak oleh pelaku. Hal ini menyebabkan kerugian signifikan pada fasilitas umum di jalur penghubung Harapan Indah menuju Pintu Air tersebut.

"Telah ditemukan aksi vandalisme yang sangat merugikan fasilitas publik di sepanjang jalur BKT Ujung Menteng (Harapan Indah arah Pintu Air), Kecamatan Cakung. Beberapa unit lampu PJU (Penerangan Jalan Umum) beserta kabel NYY-nya dilaporkan hilang karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab," tulis keterangan binamargajakartatimur.

Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur, Benhard Hutajulu, mengonfirmasi bahwa penanganan darurat telah mulai dilakukan sejak Kamis malam. Pihaknya memprioritaskan penggantian lampu di titik-titik yang dianggap paling krusial untuk keamanan warga.

"Dari jumlah (enam PJU) tersebut, Kamis malam kita pasang tiga lampu PJU sebagai pengganti karena hilang dicuri orang," kata Kasudin Bina Marga Jakarta Timur, Benhard Hutajulu.

Kepala Seksi Prasarana Sarana Utilitas Kota dan PJU Sudin Bina Marga Jakarta Timur, Yanuar Ikhsan, menurunkan delapan personel untuk melakukan perbaikan. Ia mengungkapkan bahwa pelaku juga nekat mencabut tiang lampu dari fondasinya.

"Selain lampu PJU, ternyata ada juga dua tiang di Jalan Inspeksi BKT Pulo Gebang yang hilang dicuri. Sekarang sudah kami ganti dengan tiang baru," tutur Yanuar Ikhsan.

Petugas melakukan peningkatan kualitas material pada komponen pengganti untuk meminimalisir risiko pencurian serupa di masa mendatang. Penggantian material besi dianggap lebih kokoh dibandingkan komponen sebelumnya yang mudah dirusak.

"Kami sudah kini ganti menggunakan material besi galvanis agar lebih kuat dan tahan lama. Seluruh lampu tersebut telah diganti atau dipasang kembali pada 24 April lalu," katanya.

Hingga saat ini, identitas pelaku pencurian belum berhasil teridentifikasi oleh pihak kepolisian maupun pemerintah setempat. Minimnya saksi mata disebabkan lokasi pencurian yang berada jauh dari kawasan permukiman penduduk, sehingga aksi tersebut tidak terpantau oleh warga sekitar.

Artikel terkait

Rekomendasi