Kemenhaj Bangkalan Laporkan Kasus Pencurian di Pemberangkatan Calon Jemaah Haji

Kemenhaj Bangkalan Laporkan Kasus Pencurian di Pemberangkatan Calon Jemaah Haji

Sebanyak 380 Calon Jemaah Haji (CJH) Kloter 69 asal Kabupaten Bangkalan diberangkatkan dari kawasan Masjid Jami Bangkalan menuju Asrama Haji Surabaya pada Sabtu (9/5/2026) dini hari. Namun, prosesi pelepasan ini diwarnai laporan kehilangan sejumlah barang milik jemaah dan pengantar di tengah kerumunan massa.

Kepadatan warga mulai memuncak menjelang waktu Subuh setelah panitia mewajibkan seluruh jemaah untuk hadir di lokasi paling lambat pukul 03.00 WIB. Dilansir dari Cahaya, ribuan orang memadati Jalan Sultan A Kadirun dan area Masjid Jami guna mengantar kerabat mereka.

Kondisi yang sangat sesak dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi pencurian. Panitia sempat berulang kali menggunakan pengeras suara untuk mengumumkan kehilangan barang berharga milik pengunjung dan jemaah.

"Masyarakat yang menemukan, mohon untuk mengembalikan ke pusat informasi," imbau seorang panitia melalui corong pengeras suara.

Pengumuman tersebut disiarkan kembali setelah jemaah menyelesaikan salat Subuh berjamaah karena adanya laporan kehilangan ponsel tambahan. Sesaat sebelum keberangkatan delapan unit bus pada pukul 04.55 WIB, panitia mengumumkan hilangnya dompet berisi kartu ATM milik seorang jemaah.

Kepala Kemenhaj Bangkalan, Arif Rochman, mengonfirmasi adanya lima unit ponsel dan satu dompet yang dilaporkan hilang. Pihaknya berencana menindaklanjuti insiden ini ke jalur hukum untuk mencegah kejadian serupa pada jadwal keberangkatan berikutnya.

"Betul, kami akan melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian agar tidak kembali terulang karena besok, pada jam yang sama, kami akan memberangkatkan Kloter 72 dan 73," ujar Arif Rochman, Kepala Kemenhaj Bangkalan.

Prosesi pelepasan jemaah secara resmi dipimpin oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Bangkalan, Anang Yulianto. Ia mengimbau masyarakat pengantar untuk lebih waspada dan tidak membawa barang-barang yang tidak diperlukan ke lokasi pemberangkatan.

"Tentunya kami berharap untuk masyarakat yang ikut bersama-sama melepas keberangkatan calon jemaah haji, lebih meningkatkan kewaspadaan. Barang-barang yang tidak perlu dibawa tidak usah dibawa, supaya kemudian tidak terjadi hal-hal yang sama-sama tidak kita inginkan bersama," tegas Anang Yulianto, Asisten I Setdakab Bangkalan.

Anang juga menitipkan pesan kepada para jemaah agar senantiasa mematuhi instruksi petugas selama berada di Arab Saudi. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran seluruh rangkaian ibadah haji hingga kembali ke tanah air.

"Jaga baik-baik kesehatan, patuhi arahan dari pendamping, juga arahan dari petugas Kemenhaj agar supaya diberikan kelancaran selama melaksanakan ibadah haji. Harapannya bisa kembali Tanah Air dengan selamat dan sehat," pungkas Anang Yulianto.

Artikel terkait

Rekomendasi