Seorang pendaki bernama Jonathan (20) dilaporkan selamat setelah terjatuh ke dalam jurang sedalam 40 meter di jalur pendakian Argopiloso Gunung Muria, Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, pada Kamis (14/5).
Peristiwa kecelakaan tersebut dikonfirmasi oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Korban yang merupakan warga Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu tersebut mengalami luka patah tulang kaki akibat insiden itu.
"Iya benar, 1 survivor dinyatakan terjatuh dan hilang kontak di Gunung Muria jalur pendakian Argopiloso," kata Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kudus, Ahmad Munaji, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (14/5).
Ahmad Munaji menjelaskan bahwa korban awalnya melakukan pendakian bersama dua orang rekannya. Mereka berangkat dari rumah menuju kawasan Rejenu pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB untuk mengejar pemandangan matahari terbit.
"Sampai di Rejenu jam 03.10 WIB, langsung mendaki jalan kaki naik menuju Puncak Argopiloso dengan maksud mau melihat sunrise (mendaki tektok)," kata Munaji.
Nahas, ketika rombongan tersebut sampai di sebuah tanjakan di atas Pos 4, korban diduga mengalami kelelahan fisik. Kondisi tersebut membuat korban kehilangan konsentrasi hingga akhirnya terperosok ke dalam jurang.
"Setibanya di tanjakan di atas Pos 4, survivor atas nama Jonathan diduga kecapekan pada saat mau naik di tanjakan akar pohon. Survivor hilang konsentrasi, kemudian terjatuh dan masuk ke jurang sedalam sekitar 40 meter," ungkap dia.
Melihat korban terjatuh, kedua rekan Jonathan sempat memberikan respons dengan berteriak. Setelah memastikan korban menyahut, salah satu rekan korban tetap tinggal untuk menemani, sementara satu rekan lainnya turun meminta bantuan warga setempat.
"Sedangkan 1 temannya turun ke basecamp dan melaporkan kejadian itu kepada warga di sekitar pos," jelas dia.
Laporan dari rekan korban segera direspons oleh tim BPBD Kudus. Ahmad Munaji bersama Kabid Kedaruratan BPBD Kudus, Any Wilianti, langsung memimpin tim penyelamat menuju lokasi kejadian guna melakukan proses evakuasi.
"Pada pukul 10.00 WIB, survivor atas nama Jonathan ditemukan dalam kondisi selamat," jelasnya.
Korban langsung mendapatkan penanganan medis setelah berhasil diangkat dari dasar jurang. Tim penyelamat segera melarikan pemuda berusia 20 tahun tersebut ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut atas luka patah tulang yang dideritanya.
"Survivor mengalami luka patah tulang kaki akibat terjatuh dari jalur pendakian ke dalam jurang, dan masih dalam evakuasi," jelasnya.