Pertumbuhan positif pada seluruh segmen usaha mendorong peningkatan kinerja keuangan PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli). Dilansir dari Detik iNET, perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan neto konsolidasian sebesar 34% secara tahunan (y.o.y) menjadi Rp 22,4 triliun pada tahun buku 2025.
Kategori elektronik konsumen menjadi penyumbang utama pertumbuhan ini, khususnya didorong oleh lonjakan volume penjualan smartphone. Selain itu, perluasan jaringan toko fisik elektronik konsumen dan kontribusi dari usaha institusi turut memperkuat strategi omnichannel perseroan.
Peningkatan volume transaksi, penguatan marjin, serta optimalisasi monetisasi menjadi fokus utama perseroan sepanjang 2025. Blibli juga terus memperbaiki efisiensi operasional dan memperdalam loyalitas pelanggan lewat integrasi ekosistem yang matang.
"Di tengah pasar yang penuh tantangan dan konsumsi masyarakat yang semakin selektif, Perseroan berhasil memperkuat fundamental usaha yang mengarahkan Perseroan ke jalur menuju profitabilitas yang semakin jelas," ujar CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto.
Hingga 31 Desember 2025, ekspansi toko fisik dilakukan dengan membuka 66 gerai baru. Jaringan tersebut kini mencakup 265 toko elektronik konsumen, 4 toko elektronik rumah tangga, 1 toko fesyen dan olahraga, 57 supermarket premium Ranch Market, serta 39 home center Dekoruma.
Laba bruto perseroan ikut terkerek naik 19% secara y.o.y menjadi Rp 3,9 triliun pada tahun 2025. Di sisi lain, efisiensi operasional berhasil menekan rasio beban operasional terhadap pendapatan neto dari 34,3% menjadi 26,6%.
Melalui agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), perseroan resmi mengangkat Imron Hendrata sebagai Komisaris Utama yang baru. Selain itu, Cyrillus Harinowo juga ditunjuk untuk mengisi posisi Komisaris Independen perseroan.
Tren positif ini berlanjut hingga tiga bulan pertama tahun berikutnya. Pada kuartal pertama 2026, pendapatan neto konsolidasian perseroan tumbuh 67% secara y.o.y mencapai Rp 7,8 triliun dengan perolehan laba bruto sebesar Rp 1,2 triliun.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat kualitas pertumbuhan dan menjaga momentum kinerja melalui pendekatan scale what works. Dengan fondasi usaha yang semakin kuat, integrasi ekosistem yang semakin matang, serta fokus pada profitabilitas berkelanjutan," pungkas Kusumo.