AAJI Catat Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Kumpulan Tumbuh Kuartal I-2026

AAJI Catat Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Kumpulan Tumbuh Kuartal I-2026

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan peningkatan pendapatan premi industri asuransi jiwa dari segmen kumpulan yang mencapai Rp11,52 triliun pada kuartal I-2026 di Jakarta Selatan pada Selasa (2/6/2026). Perolehan dana dari sektor kolektif tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Data capaian industri ini dilansir dari Keuangan, yang menunjukkan dinamika pasar asuransi nasional. Berdasarkan catatan asosiasi, kontribusi dari sektor kumpulan tersebut menyumbang porsi sebesar 24,37 persen terhadap total keseluruhan premi industri asuransi jiwa.

Pertumbuhan positif ini dipaparkan langsung oleh perwakilan asosiasi dalam pertemuan bersama media. Pihak manajemen menjelaskan bahwa hasil tersebut mencerminkan dinamika proteksi di lingkungan lembaga atau korporasi.

"Nilainya tumbuh 5,7%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp 10,9 triliun," ujarnya Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo.

Albertus Wiroyo menerangkan bahwa peningkatan di segmen kelompok tersebut menandakan adanya penguatan kesadaran akan perlindungan bersama. Kondisi ini berbanding terbalik dengan segmen ritel yang justru memperlihatkan tren penurunan.

Sektor individu mencatatkan perolehan sebesar Rp35,75 triliun atau mengalami penurunan tipis sebesar 2,3 persen. Meski mencatatkan kontraksi, segmen perorangan ini tetap mendominasi pasar dengan kontribusi masif mencapai 75,63 persen dari total premi industri.

"Hal itu menunjukkan bahwa segmen individu tetap menjadi basis utama perlindungan asuransi jiwa di Indonesia," tutur Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo.

Manajemen menilai pergeseran portofolio ini merupakan bagian dari ekspansi pasar yang berkesinambungan. Fleksibilitas produk dinilai mampu menjawab tantangan kebutuhan proteksi masyarakat yang kian bervariasi.

"Melihat komposisi kedua segmen itu, Albertus bilang bahwa kebutuhan pelindungan masyarakat terus berkembang baik pada level individu maupun kelompok, sehingga memperluas jangkauan pelindungan industri secara lebih menyeluruh." ujar Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo.

Secara akumulatif, total pendapatan premi industri asuransi jiwa di Indonesia tercatat berada di angka Rp47,27 triliun pada kuartal pertama tahun ini. Jumlah total tersebut mengalami kontraksi sebesar 0,5 persen jika dibandingkan dengan kuartal I tahun lalu.

Artikel terkait

Rekomendasi