Penerimaan Pajak April 2026 Capai Rp646,3 Triliun

Penerimaan Pajak April 2026 Capai Rp646,3 Triliun

Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak hingga April 2026 berhasil mencapai Rp646,3 triliun atau tumbuh sebesar 16,1 persen secara tahunan. Capaian kuartal pertama ini menunjukkan pemulihan yang signifikan dari kinerja periode serupa tahun lalu, seperti dilansir dari Suara pada Rabu (20/5/2026).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa perolehan tersebut setara dengan 27,4 persen dari target outlook Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Pemerintah kini memproyeksikan laju pertumbuhan pajak dapat bergerak lebih tinggi hingga akhir tahun anggaran.

"Jadi Pendapatan Negara itu tumbuhnya 13 persen, di mana pajak tumbuhnya 16 persen dan mungkin akan lebih tinggi lagi, kata Pak Dirjen. Mungkin mendekati 20 persen ya," kata Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

Purbaya kemudian membandingkan kondisi kas negara saat jabatan Menkeu masih dipegang oleh Sri Mulyani pada April 2025. Saat itu, penerimaan pajak terkontraksi hingga minus 10,8 persen secara year on year dengan nominal Rp556,9 triliun atau berkisar 25,4 persen dari outlook.

"Ini jelas lebih bagus prospeknya di dibanding tahun lalu. Ketika kita babak belur ya. Tahun lalu kan negatif ya pertumbuhannya pajaknya. Minus 10,8. Masih turun. Tuh liat triwulan pertama april tahun lalu, minus 10,8. Sekarang 16,1 pertumbuhannya. Jadi lumayan lah," pamer Purbaya.

Secara kumulatif, total pendapatan negara terkumpul Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen, yang ditopang oleh kepabeanan dan cukai Rp100,6 triliun, PNBP Rp171,3 triliun, serta hibah Rp300 miliar. Sementara itu, belanja negara membengkak 34,3 persen menjadi Rp1.082,8 triliun.

Realisasi belanja tersebut bersumber dari pengeluaran pemerintah pusat sebesar Rp826 triliun dan transfer ke daerah sebanyak Rp256,8 triliun. Meski keseimbangan primer surplus Rp28 triliun, defisit APBN per April 2026 tercatat sebesar Rp164,4 triliun atau 0,64 persen terhadap PDB.

Artikel terkait

Rekomendasi