Pengamat Minta Pengawasan Inovasi Digital RT Jakarta Diperketat

Pengamat Minta Pengawasan Inovasi Digital RT Jakarta Diperketat

Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah meminta pengawasan ketat terhadap inovasi digital di tingkat Rukun Tetangga (RT) Jakarta demi mencegah penyalahgunaan pelayanan pada Rabu (20/5/2026).

Langkah pembenahan sistem pelayanan lokal ini dinilai positif, namun perlu disertai kontrol regulasi yang kuat, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

"Bagaimana kemudian setelah ini harus ada pemikiran agar jenis aplikasi hasil inovasi itu tidak disalahgunakan," ujar Trubus.

Trubus mengkhawatirkan adanya potensi pemanfaatan sistem digital untuk kepentingan tertentu di luar tujuan awal pelayanan lingkungan jika pengawasan longgar.

"Jangankan itu kan dulu kita rame juga aplikasi Jaki aja dipakai menggunakai AI yaitu laporan PPSU," katanya.

Dirinya pun menambahkan perlunya keterlibatan warga dan evaluasi berkala demi menjaga transparansi.

"Tanpa ada ruang kontrol untuk pengawasan yang ketat, atau evaluasi yang terus-menerus, dan bagaimana ada partisipasi publik yang luas, itu kekhawatiran jadi itu, digunakan untuk hal-hal yang pada akhirnya merugikan masyarakat juga," ujarnya.

Selain kemampuan teknis, para pengurus RT juga disarankan memahami aspek hukum dalam penerapan teknologi.

"Jadi, keterampilan itu harus disertai dengan pemahaman tentang aturan hukum. Karena kan kita negara ini negara hukum," tutup Trubus.

Transformasi kepengurusan lokal saat ini terlihat di beberapa wilayah Jakarta dengan karakter inovasi yang beragam.

Di Jakarta Utara, RT 07 RW 08 Kelurahan Rawa Badak Selatan kini dipimpin oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta berusia 19 tahun, Sahdan Arya Maulana, yang mengayomi sekitar 150 kepala keluarga atau 750 warga.

Sahdan memenangi pemilihan dengan 126 suara dibandingkan lawannya yang mendapat 17 suara, lalu mengawali kerja dengan memperbaiki jalan rusak sepanjang 100 meter senilai Rp 23 juta dari swadaya warga.

"Tadinya rencana mengecor satu bulan ke depan. Tapi, karena kondisi jalan rusak parah, akhirnya langsung dicor hari itu juga," ujar Sahdan.

Mahasiswa tersebut juga mengungkapkan target jangka panjangnya di ranah politik praktis daerah.

"Pengin menunjang karier. Karena cita-citanya pengin jadi Gubernur Jakarta," kata Sahdan.

Sementara itu, Ketua RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, Taufiq Supriadi, mengubah selokan menjadi tempat budidaya lele sistem dua lantai.

"Waktu ke Tokyo, saya lihat ada ikan di saluran air. Itu sama seperti ini dua lantai, bagian bawah untuk air kotor, bagian atasnya untuk ikan," ujar Taufiq.

Hasil panen dari saluran air tersebut diklaim menghasilkan puluhan juta rupiah per tahun dengan patokan harga lele Rp 25.000 per kilogram.

"Saya bikin kolam gizi buat warga, untuk lansia dan balita, isinya ikan nila dan bawal yang bisa diambil dan dikonsumsi secara gratis," katanya.

Inovasi teknologi keamanan juga muncul di Jakarta Selatan, tepatnya di RT 11 RW 7 Gandaria Utara di bawah pimpinan Imam Basori atau Ibas melalui sistem "Si Jaga Warga".

Fasilitas tersebut mengintegrasikan pengeras suara, tombol darurat, QR patroli, hingga CCTV pintar.

"Nah, itu isinya imbauan masyarakat, khususnya anak-anak nih jam malam, jam 22.00 WIB sudah bisa kembali lagi ke rumah," ujar Ibas.

Kawasan tersebut juga melengkapi program wilayahnya melalui aplikasi belanja "RT 11 Mart", bank sampah, beserta unit jasa komunitas.

Artikel terkait

Rekomendasi