Tingkat Pengangguran Terbuka Indonesia Turun Menjadi 4,68 Persen

Tingkat Pengangguran Terbuka Indonesia Turun Menjadi 4,68 Persen

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia mengalami penurunan hingga menyentuh angka 4,68 persen pada Februari 2026 di tengah pertumbuhan angkatan kerja nasional yang dinamis. Capaian ini dilansir dari Money berdasarkan rilis data terbaru yang menunjukkan adanya perbaikan daya serap pasar kerja dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa dari total 154,91 juta orang angkatan kerja, terdapat 7,24 juta orang yang belum mendapatkan pekerjaan. Secara absolut, angka jumlah penganggur tersebut mengalami penurunan sebesar 0,035 juta orang dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (5/5/2026) menjelaskan detail komposisi angkatan kerja saat ini. Penurunan tingkat pengangguran ini berjalan beriringan dengan bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 1,896 juta orang.

"Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 adalah 4,68 persen. Dari total angkatan kerja sebanyak 154,91 juta orang, terdapat 7,24 juta di antaranya belum terserap pasar kerja sehingga menjadi penganggur," kata Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.

Pemerintah mencatat adanya tren penurunan pengangguran secara bertahap sejak tahun 2024 yang saat itu berada di level 4,82 persen. Penurunan jumlah individu yang tidak bekerja ini selaras dengan peningkatan partisipasi laki-laki dalam pasar tenaga kerja yang mencapai 84,57 persen.

"Jumlah pengangguran secara absolut turun 0,035 juta orang pada periode Februari 2025 sampai Februari 2026," imbuh Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.

Meskipun secara umum menurun, kelompok usia muda antara 15 hingga 24 tahun masih menghadapi tantangan besar dengan tingkat pengangguran mencapai 16,36 persen. Sebaliknya, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi penyumbang TPT tertinggi berdasarkan tingkat pendidikan, yakni sebesar 7,74 persen.

Struktur lapangan kerja nasional saat ini masih didominasi oleh tiga sektor utama yaitu pertanian, perdagangan, dan industri yang menyerap 60,29 persen tenaga kerja. Selain itu, sektor informal masih menjadi wadah utama bagi 87,74 juta pekerja atau sekitar 59,42 persen dari total penduduk yang bekerja.

BPS juga melaporkan adanya penurunan tingkat setengah pengangguran menjadi 7,27 persen, yang mengindikasikan perbaikan kualitas jam kerja. Adapun rata-rata upah buruh nasional pada Februari 2026 tercatat sebesar 3,29 juta rupiah dengan sektor keuangan dan asuransi sebagai penyedia upah tertinggi.

Artikel terkait

Rekomendasi