Pengendali PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melakukan aksi korporasi dengan membeli saham perusahaan senilai Rp1,5 triliun di tengah capaian positif kinerja operasional awal tahun 2026. Langkah strategis ini terungkap setelah emiten properti tersebut membukukan angka prapenjualan sebesar Rp2,54 triliun sepanjang periode kuartal I 2026 yang diumumkan pada Kamis, 7 Mei 2026.
Berdasarkan data laporan Bareksa, realisasi prapenjualan tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang bernilai Rp2,43 triliun. Angka Rp2,54 triliun ini telah memenuhi sekitar 25 persen dari total target prapenjualan tahunan perusahaan yang dipatok sebesar Rp10 triliun untuk sepanjang tahun 2026.
Sektor residensial menjadi motor utama pendapatan dengan kontribusi mencapai Rp1,23 triliun atau setara 49 persen dari total perolehan. Sementara itu, segmen komersial menyumbangkan Rp944,14 miliar atau 37 persen, dan sisa 14 persen lainnya berasal dari kategori lain-lain sebesar Rp364,39 miliar sebagaimana dilaporkan Bareksa.
Direktur BSDE Hermawan Wijaya memberikan penjelasan mengenai daya tahan sektor hunian yang menjadi penopang utama kinerja perusahaan di awal tahun ini.
"Permintaan properti residensial masih cukup resilien." kata Hermawan Wijaya, Direktur BSDE.
Penegasan mengenai faktor pendorong permintaan ini berkaitan erat dengan kepercayaan konsumen terhadap pengembangan kawasan terpadu yang dikelola oleh perseroan.
"Hal ini didukung kebutuhan hunian dan kepercayaan konsumen terhadap kawasan terintegrasi seperti BSD City." ujar Hermawan Wijaya, Direktur BSDE.
Secara geografis, wilayah BSD City mendominasi dengan kontribusi sekitar 71 persen dari total prapenjualan melalui proyek-proyek unggulan seperti Nava Park dan Hiera. Selain fokus di Tangerang, BSDE juga mendapatkan tambahan pendapatan dari proyek yang tersebar di wilayah Bekasi, Cibubur, hingga Balikpapan.
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Prapenjualan Q1 2026 | Rp2,54 triliun |
| Target FY2026 | Rp10 triliun |
| Pencapaian target | 25% |
| Pertumbuhan YoY | 5% |
Investasi di pasar finansial sendiri memiliki risiko volatilitas tinggi yang dipengaruhi faktor eksternal seperti regulasi dan situasi politik. Melalui keterbukaan informasi di id.investing.com, ditekankan bahwa pelaku pasar perlu memahami risiko biaya perdagangan dan menetapkan tujuan investasi secara cermat sebelum melakukan transaksi instrumen finansial.