Pengendara Desak Perbaikan Permanen Jalan Longsor Kali CBL Bekasi

Pengendara Desak Perbaikan Permanen Jalan Longsor Kali CBL Bekasi

Kerusakan infrastruktur berupa jalan longsor di sepanjang Jalan Raya Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL), Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi memicu keluhan dari sejumlah pengendara roda dua dan warga setempat pada Kamis (21/5/2026).

Masyarakat mendesak pemerintah daerah agar segera melakukan perbaikan permanen karena penanganan sementara dinilai tidak efektif mengatasi amblasnya tanah, seperti dilansir dari Megapolitan.

Akses utama masyarakat tersebut mengalami kerusakan bertahap sejak Maret 2026 dengan sedikitnya tiga titik longsor di sepanjang sekitar 12 kilometer ruas jalan yang menghubungkan Cikarang, Cibitung, hingga Tol Gabus.

Kondisi tanah yang labil menyebabkan urukan tanah dan batu cepat amblas, bahkan satu titik kerusakan menyisakan jalur sempit yang hanya bisa dilalui satu sepeda motor secara bergantian akibat beton jalan yang retak.

Keluhan mengenai dampak kerusakan jalan ini disampaikan oleh pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan tersebut untuk beraktivitas.

"Kalau harus muter, waktu perjalanannya bisa dua kali lipat lebih lama. Satu-satunya cara ya perbaikan secara permanen," ujar Yudi, pengendara.

Ia menekankan bahwa penambalan sementara tidak akan bertahan lama karena karakteristik tanah di pinggiran kali yang sangat lembek.

"Kalau cuma ditambal sementara takutnya nanti longsor lagi," kata Yudi, pengendara.

Kekhawatiran keselamatan juga menjadi alasan utama warga menuntut respons cepat dari pihak berwenang sebelum timbul korban jiwa.

"Takutnya pas longsor ada kendaraan lewat. Itu kan bahaya banget buat nyawa orang," ujar Yudi, pengendara.

Tuntutan senada mengenai metode perbaikan jalan juga diutarakan oleh warga setempat yang menyaksikan proses penanganan selama ini.

"Selama ini cuma diuruk-uruk aja. Harusnya dirapikan lagi, diaspal, pinggirannya diperkuat pakai paku bumi. Bukan cuma urukan tanah. Kalau enggak begitu nanti ambruk lagi," ujar Ade, warga.

Masalah keselamatan ini diperparah oleh minimnya penerangan dan rambu resmi di sepanjang jalur terdampak pada saat malam hari.

"Kadang malam orang enggak tahu ada longsor, langsung jatuh," kata Ade, warga.

Hingga informasi ini disiarkan, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi Henri Lincoln serta Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja belum memberikan keterangan resmi setelah dihubungi untuk konfirmasi.

Artikel terkait

Rekomendasi