Aksi penjambretan ponsel yang menyasar warga negara asing (WNA) terjadi selama dua pekan berturut-turut pada Mei 2026 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa para pelaku mengincar korban yang sedang lengah di pinggir jalan umum.
Kapolsek Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, membenarkan adanya serangkaian tindak pidana pencurian dengan modus jambret tersebut, sebagaimana dilansir dari Megapolitan pada Jumat (15/5/2026). Pihak berwenang mencatat korban terdiri dari warga negara Indonesia maupun asing.
"Benar ada beberapa kejadian pencurian ponsel modus jambret khususnya di wilayah Menteng yang dialami WNI dan WNA," ujar AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, Kapolsek Menteng.
Kepolisian mengungkapkan bahwa para pelaku bekerja secara acak dalam memilih korbannya. Strategi ini dilakukan dengan mengawasi orang-orang yang tidak waspada saat berada di area publik.
"Pelaku modusnya random terhadap korban yang terlihat lengah di pinggir jalan," kata AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.
Berdasarkan data kepolisian, seorang WNA asal Polandia berinisial AS menjadi korban di Jalan Kebon Sirih pada Jumat (8/5/2026). Meskipun sempat hilang, ponsel milik AS berhasil ditemukan kembali oleh petugas dan telah diserahkan kepada pemiliknya.
"TKP-nya, Jalan Kebon Sirih tanggal 8 Mei 2026," ujar AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.
Kejadian berikutnya menimpa seorang warga negara Italia berinisial CL di kawasan Bundaran HI pada Kamis (15/5/2026). Saat peristiwa terjadi, korban sedang menggunakan ponselnya untuk memesan layanan kendaraan daring.
Polsek Menteng telah menerima laporan resmi dari CL, namun perangkat komunikasi miliknya masih dalam proses pencarian. Sejauh ini, polisi masih mendalami pola serangan para pelaku untuk menentukan apakah mereka merupakan bagian dari jaringan terorganisir.
"Keterkaitan antara pelaku sampai saat ini belum kita temukan modus komplotan pelaku jambret," tutur AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.
Guna menekan angka kriminalitas, kepolisian meningkatkan langkah pencegahan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak keamanan swasta. Patroli intensif juga dikerahkan pada titik-titik yang dianggap rawan kejahatan.
"Juga patroli di jam-jam dan titik rawan," tambah AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.
Sebelum insiden di Menteng, kasus serupa juga menimpa seorang warga negara Jerman di depan Sekolah Santa Ursula, Sawah Besar, pada Minggu (19/4/2026). Kapolsek Sawah Besar, Kompol Rahmat Himawan, menjelaskan korban kehilangan ponsel saat hendak menyeberang jalan.
"Kejadiannya hari Minggu, pukul 15.40 WIB. Lokasi kejadian di depan Sekolah Santa Ursula," ujar Kompol Rahmat Himawan, Kapolsek Sawah Besar.
Pelaku yang beraksi menggunakan sepeda motor tersebut langsung mengambil ponsel dari tangan korban. Petugas kepolisian kemudian berhasil meringkus pelaku tak lama setelah laporan diterima.
"Pada Saat yang bersamaan ponsel korban diambil seseorang menggunakan motor beboncengan," tutur Kompol Rahmat Himawan.