Tugure Catat Penurunan Klaim Reasuransi pada Kuartal I 2026

Tugure Catat Penurunan Klaim Reasuransi pada Kuartal I 2026

PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) mencatatkan tren penurunan nilai klaim reasuransi pada kuartal I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan beban klaim ini berdampak positif pada profitabilitas dan kesehatan margin teknis perusahaan pada awal tahun ini.

Presiden Direktur Tugure, Teguh Maniandi, menyampaikan capaian tersebut dalam laporannya pada Rabu (13/5/2026) sebagaimana dilansir dari Keuangan. Ia menjelaskan bahwa performa underwriting menunjukkan tren perbaikan yang signifikan sejak awal tahun.

"Tren klaim reasuransi pada kuartal I tahun 2026 ini lebih rendah jika dibandingkan dengan pencapaian klaim reasuransi pada kuartal I tahun 2025 lalu," ujar Teguh, Presiden Direktur Tugure.

Berdasarkan data perusahaan, kontribusi pembayaran klaim terbesar hingga Maret 2026 berasal dari beberapa lini bisnis utama. Segmen tersebut meliputi asuransi harta benda, kredit dan penjaminan, asuransi jiwa, rekayasa, serta rangka kapal.

Tugure juga melaporkan perbaikan rasio klaim atau loss ratio yang berada di level 58,18% per Maret 2026. Angka ini mengalami penurunan tipis dari posisi Maret 2025 yang tercatat sebesar 58,72%.

"Level di bawah 60% ini masih sangat baik dan terkendali untuk industri reasuransi. Perusahaan berhasil menjaga klaim lebih rendah relatif terhadap premi yang diperoleh, sehingga underwriting result masih positif dan margin teknis cukup sehat," jelas Teguh, Presiden Direktur Tugure.

Teguh menambahkan bahwa kondisi keuangan yang stabil ini perlu dipantau secara konsisten guna menjaga profitabilitas sepanjang tahun. Pihaknya kini tengah menyiapkan langkah strategis melalui penguatan kualitas underwriting dan optimalisasi portofolio bisnis.

"Tugure juga tetap membuka peluang ekspansi secara selektif, baik di pasar domestik maupun regional, dengan mempertimbangkan profil risiko dan potensi profitabilitas secara hati-hati," tutur Teguh, Presiden Direktur Tugure.

Langkah ekspansi tersebut akan dibarengi dengan peningkatan kolaborasi bersama mitra domestik. Perusahaan berkomitmen menjaga kualitas manajemen risiko di tengah ketidakpastian pasar global maupun regional.

Artikel terkait

Rekomendasi