Volume Penumpang Commuter Line Turun Imbas Kebijakan WFH

Volume Penumpang Commuter Line Turun Imbas Kebijakan WFH

Volume pengguna Commuter Line Jabodetabek mengalami penurunan signifikan pada Jumat (8/5/2026) pagi seiring dengan berlakunya kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Penurunan jumlah penumpang ini terpantau di sejumlah stasiun keberangkatan utama dan stasiun integrasi saat jam sibuk pagi hari.

Dilansir dari Megapolitan, kondisi pergerakan masyarakat di transportasi publik berbasis rel tersebut menunjukkan tren lebih lengang dibandingkan hari kerja biasanya. Hal ini dipicu oleh kebijakan WFH yang diterapkan bagi sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) instansi pemerintah maupun perusahaan swasta.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda memberikan konfirmasi mengenai perubahan situasi di lapangan. Ia menyebutkan bahwa kepadatan pengguna pada periode puncak tidak setinggi biasanya di beberapa titik keberangkatan utama.

“Stasiun-stasiun besar seperti Bogor, Bekasi, dan Tangerang kepadatan pengguna pada jam sibuk pagi hari (peak hour) tidak seramai hari kerja lainnya,” ujar Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter.

Hingga pukul 13.00 WIB pada hari yang sama, total pengguna di seluruh lintas Jabodetabek tercatat sebanyak 499.101 orang. Data internal menunjukkan adanya penyusutan aktivitas mobilitas warga jika disandingkan dengan rata-rata harian normal.

“Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 9 persen dibandingkan dengan hari kerja lainnya,” kata Karina.

Penurunan drastis terlihat di Stasiun Bogor dengan angka mencapai 23 persen atau hanya melayani sekitar 23.000 orang. Stasiun Tangerang menyusul dengan penurunan 19 persen (10.000 pengguna), Stasiun Sudimara turun 14 persen (11.000 pengguna), dan Stasiun Bekasi turun 9 persen (22.000 pengguna).

Karina juga menyoroti perubahan volume di stasiun yang menjadi titik tujuan akhir di kawasan perkantoran Jakarta. Stasiun Gondangdia mencatat penurunan tertinggi di area tujuan sebesar 21 persen dengan total 15.000 pengguna.

“Tidak hanya stasiun keberangkatan, stasiun tujuan di kawasan perkantoran juga mengalami penurunan jumlah pengguna,” ujar Karina.

Stasiun Sudirman mencatat 32.000 pengguna atau turun 5 persen, disusul Stasiun Juanda yang turun 8 persen menjadi 14.000 pengguna. Sementara itu, Stasiun Tebet melayani lebih dari 18.000 pengguna, angka yang menunjukkan penurunan sebesar 7 persen.

Meskipun data mencatatkan penurunan secara keseluruhan, kepadatan di dalam rangkaian kereta saat jam sibuk pagi dilaporkan masih cukup ramai. KAI Commuter tetap mengoperasikan layanan secara penuh guna menjamin mobilitas masyarakat yang tetap harus bekerja di kantor.

“Untuk jadwal perjalanan tetap dioperasikan sesuai dengan grafik perjalanan kereta (Gapeka) yang berlaku,” ujar Karina.

Pihak manajemen tetap menyiagakan 1.063 perjalanan Commuter Line di wilayah Jabodetabek sepanjang hari tersebut. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti instruksi petugas di area stasiun dan menjaga keselamatan selama dalam perjalanan.

Artikel terkait

Rekomendasi