Asosiasi E-Commerce Indonesia Jelaskan Pemicu Kenaikan Biaya Logistik

Asosiasi E-Commerce Indonesia Jelaskan Pemicu Kenaikan Biaya Logistik

Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menyatakan bahwa lonjakan biaya logistik pada sejumlah platform belanja daring dipicu oleh naiknya ongkos operasional distribusi dan pengurangan subsidi secara bertahap pada Senin (11/5/2026). Kebijakan ini diambil guna memastikan keberlanjutan model bisnis jangka panjang di tengah dinamika industri.

Dilansir dari Ekonomi, Sekretaris Jenderal idEA Budi Primawan mengungkapkan bahwa penyesuaian tarif pengiriman merupakan hasil akumulasi dari peningkatan biaya bahan bakar minyak (BBM) serta operasional lapangan. Platform mulai membatasi pemberian subsidi agar ekosistem e-commerce tetap kompetitif secara finansial.

"Jadi bukan semata keputusan sepihak platform," kata Budi, Sekretaris Jenderal idEA.

Keterkaitan erat dengan mitra logistik juga menjadi faktor penentu, karena struktur tarif yang dibebankan kepada penjual merupakan cerminan langsung dari pengaturan promosi oleh pihak platform. Budi menambahkan bahwa perubahan pada satu komponen distribusi akan memberikan efek berantai pada keseluruhan biaya layanan.

"Ada yang efisiensi, ada yang adjust harga, ada juga yang masih menyerap sebagian biaya. Jadi belum bisa dibilang semua langsung naikkan harga," katanya, Sekretaris Jenderal idEA.

Budi menekankan pentingnya transparansi bagi para penjual, terutama pelaku UMKM, dalam menghadapi fase industri yang semakin matang ini. Menurutnya, pemerintah sebaiknya mengarahkan fokus pada efisiensi sistem logistik nasional daripada melakukan intervensi langsung terhadap harga di pasar.

"Kami juga terus berdiskusi dan memberi masukan agar keseimbangannya tetap terjaga," tutur Budi, Sekretaris Jenderal idEA.

Penyesuaian ini mulai terlihat nyata ketika Tokopedia dan TikTok menerapkan Biaya Layanan Logistik untuk pesanan baru sejak 1 Mei 2026. Biaya tersebut mencakup pemrosesan pesanan hingga koordinasi distribusi yang nilainya dihitung berdasarkan berat paket serta rute pengiriman tanpa ditampilkan kepada pembeli.

Data rincian tarif menunjukkan biaya tambahan di wilayah Jawa untuk paket ringan mulai dari Rp690, sementara pengiriman antar pulau bisa melebihi Rp5.000 per transaksi. Shopee juga melakukan langkah serupa dengan menyesuaikan biaya program gratis ongkir ekstra mulai 2 Mei 2026.

Penyesuaian ini membagi kategori produk menjadi ukuran biasa di bawah 5 kilogram dan produk ukuran khusus untuk barang bermassa besar. Kebijakan kolektif dari berbagai platform besar ini diprediksi akan meningkatkan tekanan beban operasional bagi penjual kecil yang selama ini bergantung pada subsidi ongkos kirim.

Artikel terkait

Rekomendasi