Pemerintah Perak Pelajari Teknologi Smart City di Shanghai

Pemerintah Perak Pelajari Teknologi Smart City di Shanghai

Pemerintah Negeri Perak mengirimkan delegasi resmi ke Shanghai, China, untuk mempelajari pengembangan kota pintar dan sistem pusat komando terintegrasi di Taopu Smart City. Kunjungan kerja yang berlangsung sejak tanggal 17 hingga 24 Mei 2026 ini dipimpin langsung oleh Menteri Besar Perak Datuk Seri Saarani Mohamad bersama Datuk Bandar Ipoh Zamakhshari Hanipah.

Pihak Majlis Bandaraya Ipoh (MBI) dalam pernyataan resminya menjelaskan bahwa agenda ini bertujuan untuk melihat secara dekat implementasi kembaran digital (digital twins), Internet of Things (IoT), serta manajemen perkotaan berbasis waktu nyata.

"Taopu Smart City was once an industrial zone before being transformed into a modern smart district that integrates physical planning, digital technology, building management, security monitoring, energy efficiency and city operations." ujar MBI.

Transformasi kawasan tersebut dinilai menjadi acuan penting bagi perkembangan ekosistem kota pintar di Malaysia. Manajemen berbasis data dan sensor pintar terpusat di Taopu memperlihatkan bagaimana efisiensi pengelolaan wilayah urban dapat ditingkatkan secara signifikan.

"Its approach shows how an urban area can be managed more efficiently using data, smart sensors, and centralised monitoring systems, serving as a key reference for developing a more mature and sustainable smart city ecosystem," kata MBI.

Hasil dari peninjauan ini diproyeksikan untuk memperkuat Ipoh Integrated Operation Centre (IIOC) yang saat ini sudah berjalan. Selain itu, data dan pengetahuan yang diperoleh akan dijadikan referensi awal dalam pembangunan Perak State Command Centre.

"This State Command Centre is seen as a vital integrated platform to support operational monitoring, data coordination, cross-agency response and faster, data-driven decision-making." tambah MBI.

Melalui kerja sama strategis dengan pihak internasional, Pemerintah Negeri Perak berkomitmen memanfaatkan teknologi demi meningkatkan kualitas layanan publik. Pendekatan baru terus dieksplorasi guna memastikan efisiensi pengelolaan kota yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

"The Perak state government is committed to exploring new approaches that improve urban management, public service delivery, and citizens’ quality of life, leveraging technology and strategic partnerships with international counterparts," jelas MBI.

Selain fokus pada teknologi perkotaan, misi diplomatik ini juga dirancang untuk memperluas jaringan investasi asing di Perak. Agenda kerja di China mencakup sesi pencocokan bisnis serta kunjungan strategis ke berbagai sektor industri esensial.

"The mission to China, running from May 17 to 24, also includes business matching sessions and strategic visits to the automotive, smart city, digital technology and data centre sectors, all aimed at expanding Perak’s investment network." kata Saarani.

Artikel terkait

Rekomendasi